Mengenal Buhul Pocongan

Wednesday, March 14, 2018

📚 MENGENAL BUHUL POCONGAN 📚

Salah Satu Media Sihir Paling Eksis Dan Terkenal Diindonesia Adalah " BUHUL POCONGAN" 

Yaa.. 
Buhul Ini Paling Diidolakan oleh segenap Dukun Ilmu Hitam Bukan Berarti Ini Yang Mudah  Proses Nya Malahan Buhul Ini Paling Sulit Prosesnya,  Paling Ribet,  Paling Horor Timbal Baliknya Tapi Paling Sulit Terlepaskan Sihir nya Bahkan Setelah Ditemukan,  Dibakar Atau Dihancurkan  Pun Masih Bisa Aktif.....  Efek sihirnya... 

Kenapa Bisa Seperti itu kang  Rizqi...?

" KARENA DIDALAM BUHUL POCONGAN KEBANYAKAN   ADA JEBAKANNYA " Namun Tidak semua nya Di sama Ratakan Seperti Itu... 

Bagaimana Bisa Membedakan Antara Yang Ada Jebakan Atau Tidak... ? 
In Syaa Allah Sangat Mudah Membedakannya

Ketika Kita menemukan buhul Pocongan Yang dimana Tertera Nama Kita / Foto Kita Disana Sebagai Korban Sihir...  Namun setelah ditemukan ataupun dibakar maupun dihancurkan Akan Tetapi Sakitnya Atau Efek Sihirnya Masih Terasa Ada Atau Cuma Hilang Dalam Beberapa Hari Terus Efek Sihir nya Kembali Bahkan Dua kali Lipat Lebih Tinggi Dayanya....
Itu Berarti Ada Jebakan didalamnya " Wallahu'alam"

Beberapa kali Menemukan Kasus Sihir Yang Menggunkan Media Buhul Ini...

Namun Setelah Menemukan Dan menghancurkan Buhul Nya Ada Yang Memang Allah Sembuhkan Langsung Secara Sempurna.... 
Namun Ada Juga yang Hanya Beberapa Hari merasa Enakan namun Kembali Lagi Keluhannya,  Bahkan ada Juga Yang Tidak ada Perubahan Sekali terhadap Keluhannya Malahan Bertambah.... 

Apa Efek Jebakan pada Buhul pocongan Ini... ?

1. Buhul Akan Kembali Diperbaharui Dan Kembali Lagi Ketempat Dimana Buhul Itu Ditemukan ( Kebanyakn Jika Digali Lagi Tempat Nemukan Buhul Yang sebelumnya masih ada Dan Sama " Ini Menurut Apa Yang Ana Ketahui Dimasa Kelam"

2. Keluhanya Yang diakibatkan sihir akan Bertamabah

3.  Menjadi BOOM waktu Sebagai Jalan masuk sihir Lebih dahsyat

Semoga ada pelajaran yang bisa di ambil dari postingan ini

*Rizqy Ginanjar Al Bantanny*

Teknik Melepas Jin Khodam

🐫 *Teknik Melepas Jin Khodam*

Jin khodam atau prewangan adalah jin secara khusus berinteraksi dengan manusia dan dimintai jasanya. Kali ini kita tidak sedang membahas hukumnya. Tetapi _cara sederhana berlepas diri_ dari khodam yang pernah membantu tersebut.

Mengapa perlu berlepas diri ?
Perjalanan pengalaman hidup kadang adalah guru paling bijak. Salah satu pelajaran penting dalam urusan jin adalah jangan pernah bekerja sama dengan mereka. Karena _tidak ada yang gratis_ dalam kerjasama itu, dan selalu ada *resiko berat di kemudian hari.* Jika saat ini masih merasa dibantu oleh jin, segara pikirkan ulang.

Jika sudah terlanjur, gimana cara melepasnya?
_Diruqyah..,_ ini jawaban yang lazim kita dengar.
_Ikrar pemutus..,_ ini juga yg pernah kita tahu.

Adakah cara yang *lebih sederhana, dan menenangkan hati?* Ada.

Simak kisah dalam Tafsir Ibnu Katsir berikut. Penggalan kisah dalam Tafsir Surah *Al Ahqaf ayat 29-32.*

Kisah ini tentang Sawad Ibnu Qarib r.a. beliau sebelum masuk Islam adalah *tukang tenung.*

📜 Berikut penuturan _Umar Bin Khaththab:_

Umar berkata kepadanya, "Hai Sawad, ceritakanlah kepada kami kisah permulaanmu masuk Islam."

Sawad r.a. menceritakan bahwa sesungguhnya ketika ia tinggal di *India,* dia mempunyai teman jin.

Sawad melanjutkan kisahnya, "Ketika aku sedang tidur di suatu malam, tiba-tiba teman jinku datang kepadaku dalam mimpiku, lalu berkata kepadaku, 'Bangunlah dan pahami serta pikirkanlah, jika engkau berakal. Sesungguhnya telah diutus seorang rasul dari keturunan Lu'ay ibnu Galib'.

Lalu jin itu mengucapkan syair berikut,

🎶 _'Aku merasa heran dengan jin dan gerakannya dalam mempersiapkan unta kendaraannya, lalu memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk._

_Tiadalah jin yang baik itu sama dengan jin yang jahat._

_Maka bangkitlah kamu menuju ke manusia yang terpilih dari kalangan Bani Hasyim, dan perhatikanlah apa yang diajarkannya.'_

Kemudian jin itu menyadarkanku dan membuatku terkejut, lalu berkata, 'Hai Sawad ibnu Qarib, sesungguhnya Allah telah mengutus seorang nabi. Maka bangkitlah kamu menemuinya, niscaya engkau mendapat petunjuk dan bimbingan."

Pada _malam kedua_ dia datang lagi dan membangunkan diriku seraya mengucapkan,

🎶 _'Aku heran dengan jin dan pencariannya, dia mempersiapkan kendaraannya dan memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk. Tiadalah kedua telapak kakinya sama dengan ekornya._

_Maka bangkitlah kamu menemui orang pilihan dari Bani Hasyim._

_Tiadalah jin yang beriman itu sama dengan jin yang kafir.'_

Dengan *berulang-ulangnya kejadian itu* terhadap diriku, maka timbullah dalam hatiku rasa cinta kepada Islam dan ingin tahu akan Rasulullah Saw. menurut apa yang dikehendaki oleh Allah Swt.

Maka aku berangkat dengan mengendarai unta kendaraanku yang telah kupersiapkan untuk itu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh sampailah aku kepada Rasulullah Saw. yang saat itu beliau di Mekah. Sedangkan orang-orang yang mengelilinginya masih belum begitu banyak.

Ketika Nabi Saw. melihatku, maka beliau bersabda, 'Selamat datang denganmu, hai Sawad ibnu Qarib, kami telah mengetahui apa yang telah disampaikan olehnya.'

Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, saya telah menggubah syair. Maka dengarkanlah syair saya ini.' Rasulullah Saw. bersabda, 'Bacakanlah, hai Sawad!' Maka aku membacakan syairku:

🎶 _Jin temanku telah datang di malam hari sewaktu tidur. Dan apa yang kualami dalam tidurku itu bukanlah dusta._

_Tiga malam berturut-turut dia datang dengan mengucapkan,_

_'Telah datang kepadamu seorang Rasul dari Bani Lu'ay ibnu Galib.'_

_Maka kusingsingkan kainku dan kukendarai unta kendaraanku menempuh padang pasir. Dan aku bersaksi bahwa Allah tiada Tuhan selain Dia (yang berhak disembah), dan bahwa engkau adalah orang yang tepercaya terhadap semua yang ghaib. Dan bahwa engkau adalah rasul yang paling dekat hubungannya dengan Allah, hai putra orang-orang yang mulia lagi baik._

_Maka perintahkanlah kepadaku sesuai dengan apa yang disampaikan kepadamu, wahai sebaik-baik rasul. Sekalipun memerintahkan kami untuk memasuki sarang serigala._

_Semoga engkau menjadi syafaatku kelak di hari yang tiada pemberi syafaat kepada Sawad ibnu Qarib selain engkau._

Setelah mendengar syair itu Rasulullah Saw. tertawa sehingga kelihatan gigi serinya, dan berkata kepadaku, 'Engkau beruntung, hai Sawad'."

--
Lalu Umar r.a. bertanya kepadanya,

"Apakah teman jinmu itu _masih juga datang kepadamu?"_

Sawad menjawab, *"Sejak aku membaca Al-Qur'an, dia tidak pernah lagi datang kepadaku.* Dan sebaik-baik pengganti adalah Kitabullah."

Kemudian Imam Baihaqi menyandarkan hadist ini melalui dua jalur yang lain.

---
📝 Apa pelajaran penting dalam kisah diatas?

Saat hati dan diri kita telah diisi dg Al Qur'an, dan *Al Qur'an telah benar benar menjadi "sahabat" dalam keseharian kita,* maka sahabat/khodam/prewangan dr bangsa jin akan _dengan sendirinya pergi._

Persoalannya kemudian, _kenapa kita yang sudah membaca Al Qur'an, kadang masih mengalami gangguan?_

Mungkin perlu meluangkan *waktu lebih banyak* untuk bersama Al Qur'an, *membaca terjemahan dan tafsirnya.*

Hingga seperti kalimat Sawad Ibnu Qarib diatas
_"Kitabulloh adalah sebaik-baik pengganti."_

*Kualitas interaksi dg Al Qur'an*
Persoalan kita mungkin disini. Dan ini kuncinya. 📌

Ini pula mungkin yg menyebabkan Sawad Ibnu Qarib dg "mudah" melepas masa lalunya.
Sangat simple.
_Tanpa ribet dalam proses 'pelepasan diri'._

Cukup *fokus pd kualitas interaksinya dg Al Qur'an.*

Wallohua'lam.

M. Nadhif Khalyani
RLC Indonesia

Sihir yang Tertukar

Friday, March 2, 2018

✏  ( SIHIR YANG TERTUKAR) ✏

Dalam sebuah bahtera rumah tangga yang namanya konflik pasti selalu ada,  entah itu adanya kesalah pahaman atau memang kesalahan yang senantiasa tidak bisa di fahamkan oleh akal dan fikiran apalagi hati yang riskan akan penolakan.... 

Sehingga mau tidak mau,  suka tidak suka crash dalam bahtera rumah tangga tidak terelakan....

Dan fakta di lapangan mengatakan,  ketika ada sebuah konflik dalam rumah tangga yang paling berperan untuk menemukan solusi adalah kaum  perempuan... 

Sedangkan Para kaum ikhwan,  senantiasa slow motion dalam tindakan...

Nah, 

Ikhwah fillah sekalian... 

Ana mau ceritain nih kisah bagaimana powernya kaum perempuan yang In syaa Allah bisa diambil hikmah dan pelajaran baik bagi perempuan maupun ikhwan.... Namun,  dalam kisah ini pelajaran utamanya adalah

" JANGAN IKUT - IKUTAN "

Cerita ini menakutkan seram akan tetapi membuat senyum ini merekah sangat juga...  Ikhwah

Ini kisah tentang pasangan suami Istri beberapa hari lalu mengundang ana Silaturahim kerumah mereka lewat telpon dan ana setujui untuk berkunjung kerumah mereka....

Seperti biasa ana harus mendengar kronologis kenapa beliau ingin berdo'a bersama dalam ruqyah syar'iyyah.... 

Dengan diawali Apa keluhannya Bu/pak..?  Yang mana pertanyaan tsb akan terus bertambah banyak setelah ada jawaban,  guna untuk menentukan diagnosa keluhanya seperti apa..... 

Namun suami istri tersebut,  bilangnya... .

" NANTI DIRUMAH SAJA YA KANG "

Yoo wiss..... 

Singkat cerita ana sudah dirumah mereka dan sudah berbasa basi ria sebelumnya dilanjutkan proses  Mencari data untuk diagnosa.... 

Namun,  sebelum ana tanyakan ternyata pasangan suami istri ini...
Yang langsung menceritakan kisahnya mereka kenapa ingin diruqyah.... ..

Ternyata..
Intinya.... 

Sang Istri mengeluhkan Penyakit yang menimpa Suaminya setelah beliau rujuk dengan suaminya tersebut.... 

Mungkin antum Bertanya

" PENYAKITNYA APA DAN  RUJUK GIMANA MAKSUDNYA  KANG RIZQI???  "

Ya Selama beberapa tahun belakang Mereka berdua Terjebah konflik PELAKOR

Yang mana suamiya ini terjebak cinta  yang baru dengan wanita lain... 
Yang lebih muda...
Yang lebih cantik...
Yang lebih menarik..
Yang lebih asyik.. 
Lebih Lebih lah pokoqnya...... 

Dan akhirnya Sang istri dirumah sudah..

Tak terlihat muda lagi.. 
Tak terlihat cantik lagi....
Tak terlihat Menarik lagi.....
Tak terlihat asyik lagi.... 
Dan tentunya tak terlihat hal hal baiknya lagi dimata suaminya..... 

Suaminya lebih senang bersama mainan barunya daripada yang menemaninya dalam suka dan duka  lamanya.... 
Hingga akhirnya sang istri ini ditalak hingga sampe dua kali sama suaminya... 

Dan keadaan tsb,  berlangsung selama 4 tahun lamanya..... 

Namun, 
sang istri ini sangat amat punya kesabaran,  rasa cinta beelebihan terhadap suaminya... Dan yang paling pasti nda mau ditinggalkan oleh suaminya....  Walaupun suaminya sudah menduakan nya,  sudah sangat sering menyiksanya

Akan tetapi  perasaannya tidak berubah sama sekali terhadap suaminya walaupun seperti itu....
Hingga Akhirnya kesabarannya mmlembuahkan hasil " KATANYA" hingga akhirnya sang suami kembali pulang...

Namun, 
Anehnya pas rujuk dan berniat mulai dari awal lagi sang istri mengadu

" Iky loh ustadz Nganu suami saya nda berfungsi lagi,  Pasti Ini Kena sihir Dari si " PELAKOR "... 

tentunya Hal tersebut memangbswcara langsung tidak wajar secara diagnosa dari kronologis yang diceritakan.... 

Kalau ana menganamnesa kurang teliti mungkin akan sama hasil diagnosa kemungkinan ada sihir disini... 

Akhirnya ana ambil data lebih banyak lagi tentang kasus ini dan ana bertanya kepada ibu tersebut... 

" Bu,  selama suami sedang khilaf teesebut,  Apa yang ibu lakukan / Ikhtiarkan untuk suami agar segera pulang..? "

Saya terus bersabar dan terus berdo'a Ustadz karena saya yakin do'a orang terdzholimi itu diijabah oleh Allah....  ( ujar ibu) 

" Oh maa syaa Allah,  Selain Itu Apalagi bu...?  Atau pernah gak datang ke seseorang ( paranormal)  atau ustadz untuk meminta agar suami dikembalikan..... " ( ana)

" Oh yaa Alhamdulillah Ustadz Selama ini saya dibantu juga seorang ustadz, dan setelah itu tidak lama suami saya pulang dan minta rujuk " ( kata Ibu tsb) namun untuk penyakit suami saya belum bisa sembuh padahal sudah beberapa kali kebeliau"

Ana mulai mencocokan data dari informasi yang ibu tersebut sampaikan,  yang mana ada kemungkinan ibu ini juga menjadi tersangka terhadap keluhan penyakit sang suami.....  Agar apa yang ana fikirkan cocok dengan data ana ajukan pertanyaan selanjutnya... 

" oh begitu yaa bu,  ke ustadz siapa bu,  dan bagaimana cara beliau membantu ibu untuk suami agar kembali pulang.. ?? " ( Tanya ana )

Ibu itu menjawab,
"  Iyaa ustadz awalnya  saya dapat informasi dari temen tentang ustadz tersebut dan saya langsubg ke rumah beliau,  dan beliau menyanggupinya, beliau minta syarat untuk beli sebuah minyak dengan harga yang lumayan dan minta *maaf* Celana dalam suami untuk diritualkan dan setelah itu dikubur dipekarangan rumah saya dan Alhamdulillah hasilnya ustadz.... "

Oooh cocok dengan apa yang ana fikirkan,  banyak sekali di lapangan para istri yang galau karena suaminya dengan berbagai latar belakang masalah kehidupan rumah tangga..  Karena kegalauan akutnya itu sang istri memlih jalan pintas untuk mendapatkan solusi walau harus menabrak syariat....
Dan akhirnya pergi kedukun,  kikun,  dan sejenisnya.....

Tidak jauh jauh media yang diperlukan dukun tersebut yang menjadi medianya tidak jauh dari itu dan foto suaminya yang suruh di tanam /dikubur,  atau di simpan di dalam sarung bantal dan lainnya ... 

Nah ikhwah, 
Efek samping jika melakukan itu sangat banyak sekali

Dari mulai,

♨ menyebabkan impoten suami
♨ Malah menyabkan suami tambah selingkuh lagi kedepannya
♨ Menyebabkan penyakit sekitar rahim dan alat kelamin untuk sang istri
♨ sulit mendapatkan keturunan
♨ menyebabkan anak cacat dalam kandungan dan banyak lagi yang lainnya atas izin Allah.... 

Lanjut, 

Setelah ibu itu bercerita
Ana berikan pemahaman tentang hukum hal tsb dan dampak buruknya

Akhirnya Alhamdulillah beliau bisa memahami apa yang ana sampaikan walaupun membutuhkan waktu ekstra untuk menjelaskan dan beliau sering sekali bilang

" Ini kan dari seorang ustadz,  dan sembuh hasilnya suami saya kembali lagi... "

Yang harus diingat ikhwah :

Penyakit yang paling berbahaya adalah ketika sudah menyerah aqidah kita hingga sampai tergadaikan dalam kesyirikan,  karena syaithon itu tidak perduli kita sehat atau sembuh yang paling terpenting kita sudah tersesat dan mengikuti langkah syaithon menuju kesesatan

Dan akhirnya ana suruh ibu tersebut untuk menggali celana dalam yang dikubur tersebut dan membakar buhul iti serta ana sarankan ke suaminya untuk mengoles alat kemaluan dengan minyak zaytun ruqyah...

Dan Maa syaa Allah pagi kemaren dapat kabar dari sang ibu Bahwa semalam sehabis Ruqyah dan dioleskan minyak zaytun Ruqyah suami nya kembali normal.... Alhamdulillah

Sampai sampai sang istri kegirangan sangat ditelpon

" HORE,  HORE,   HORE ALHAMDULILLAH KANG SUAMI SAYA SUDAH JOZZ LAGI "

😱😱😱

Terlepas dari itu Akhwati Fillah yang dirahmati Allah,  sampaikan ke teman,  saudara, ataupun keluarga seperjuangan antunna semua agar jangan sampai ikut ikutan yang seperti ini dalam mencari solusi karena mau tidak mau syaithon akan mengharapkan imbalan yang lebih setelahnya baik disadari maupun tidak...

Bagi yang sudah melakukan hayoo tobat dan hancurkan buhulnya...

Wallahu'alam

Barakallahu Fiiekum

Rizqi Ginanjar Al-bantanny

Tempat Favorit Jin Setan di Tubuh Manusia

Saturday, February 17, 2018

‎النصيحة الحبيب حامد بن محمد الحامد قيادة مجلس العلوم الدعاء والذكر صراط مستقيم ماكاسار:

*7 TEMPAT FAVORIT JIN/SYETAN DI TUBUH MANUSIA...*

Ada 7 bagian tubuh manusia yang juga menjadi tempat kesukaan jin. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk membersihkannya, yakni :

1⃣ *Lubang mulut manusia.*

✔ Jin akan berusaha masuk ke lubang mulut manusia saat sedang menguap. Oleh sebab itu saat sedang menguap, kita dianjurkan untuk menutup mulut. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Said bahwa Rasulullah bersabda,

"Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap." (HR. Muslim)

2⃣ *Dibawah kuku manusia.*

✔ Makanya kita dianjurkan untuk rutin memotong kuku, sunnahnya hari jum'at. Karena jin dan setan mengikat manusia melalui kuku-kuku yg panjang. Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda,

"Potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang." (HR. Ahmad)

3⃣ *Lubang hidung manusia.*

✔ Saat manusia tidur, ternyata jin juga ikut menginap di batang hidung manusia. Karenanya saat bangun tidur, kita dianjurkan untuk membasuh lubang hidung sebanyak tiga kali. Rasulullah bersabda,

"Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah memasukan (istinsaq) dan mengeluarkan air dari hidung (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya."
(H.R. Muslim).

4⃣ *Lubang telinga manusia.*

✔ Bukan sekedar sembunyi di telinga manusia, namun ternyata ketika seorang manusia tertidur hingga pagi tanpa mengerjakan shalat malam maka berarti telinganya itu telah dikencingi oleh jin. Sebagaimana diceritakan dari Abdullah bahwa Di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda,

"Setan telah kencing di telinganya".
(H.R. Muslim)

5⃣ *Urat darah manusia.*

✔ Sebagaimana telah disebutkan bahwa jin atau setan menyusup ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah manusia tersebut. Kemudian dari aliran darah itulah jin berusaha memperdaya manusia. Hal ini dijelaskan oleh Shafiyyah binti Huyay bahwa Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya." (H.R. Muslim)

6⃣ *Lubang pusar manusia.*

✔ Lubang pusar merupakan tempat yang kotor karena tidak banyak orang yg membersihkannya, sedang jin dan setan sangat menyukai tempat-tempat yang kotor. Bahkan saat seseorang diruqiyah diketahui bahwa kebanyakan jin bersembunyi dan tinggal di bagian lubang pusar manusia. Meski demikian kita tidak dianjurkan untuk membersihkan lubang pusar hingga mengoreknya, cara membersihkannya cukup dengan menyekanya secara lembut dengan air atau dengan kapas.

7⃣ *Lubang kemaluan manusia.*

✔ Setan dan jin akan menambah rasa nikmat saat seseorang sedang berzina dengan cara menstimulir syaraf kemaluan. Oleh sebab itulah dianjurkan untuk menjaga kebersihan organ intim baik pada pria maupun wanita dan berdo'a, "Allahumma janibna bisyaitan, wajanibna syaitan wamarazaqtana waqinna 'azabannar" hanya dengan pasangan yg halal, bila tidak baca doa syaitan ikut saham yang kelak melahirkan keturunan yang berprilaku syetan.

👳 Karena itu kita dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah  yaitu dengan mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. Sebab selain menjadikan tubuh lebih bersih dan sehat, kita juga dapat menghalangi jin untuk bersembunyi pada bagian tubuh tersebut.

Semoga bermanfaat

Refrensi: 📚 Shahih Muslim

Mencari Barang Hilang Lewat Dukun

Sunday, February 11, 2018

Mencari Barang Hilang Lewat Dukun?

Klo ada paranormal itu bs ngasih tahu dimana barang ilang, bararti kita boleh percaya dong?

Bisa ngasi pencerahan?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Sesuatu yang ghaib ada dua,

Pertama, hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Para ulama menyebutnya ghaib mutlak. Siapapun makhluk tidak ada yang mengetahuinya. Sampaipun para nabi dan malaikat. Kecuali sekelumit informasi yang Allah berikan kepada mereka.

Contoh ghaib mutlak adalah kapan kiamat terjadi. Allah berfirman,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (QS. al-A’raaf: 187)

Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sampaikan kepadaku, kapan kiamat?” jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ.

“Orang yang ditanya tidaklah lebih mengetahui dari pada yang bertanya.” (HR. Muslim 2, Abu Dawud 4605, dan yang lainnya).

Anda bisa perhatikan, manusia terbaik, malaikat terbaik, tidak tahu kapan kiamat.

Termasuk ghaib mutlak adalah peristiwa yang akan terjadi besok. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tahu, besok akan terjadi apa, kecuali sebatas wahyu yang Allah sampaikan kepada beliau.

Suatu ketika ada orang anak yang menyenandungkan syair di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَفِينَا نَبِىُّ يَعْلَمُ مَا فِى غَدٍ

Di tengah kami ada nabi, yang mengetahui apa yang terjadi besok.

Mendengar itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengingatkan,

لاَ تَقُولِى هَكَذَا ، وَقُولِى مَا كُنْتِ تَقُولِينَ

“Jangan kamu ucapkan seperti itu. Ucapkanlah bait sebelumnya yang kalian senandungkan.” (HR. Bukhari 4001, Ahmad 27780, dan yang lainnya).

Karena itu, jika ada orang yang ngaku-ngaku tahu nasib orang lain, bisa ngramal nasib orang lain, atau bahkan ngramal masa depan kehidupan di bumi, maka pastikan dia pendusta.

Dan siapa yang mengklaim bahwa ada orang yang tahu hal ghaib dengan sendirinya, maka dia terjerumus dalam kesyirikan. Karena semacam ini berarti merampas hak yang hanya dimiliki oleh Allah.

Allah berfirman,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah, tidak ada satupun di langit dan dibumi yang mengetahui hal ghaib, kecuali Allah. (QS. An-Naml: 65).

Dan mengakui ada selain Allah yang mengetahui rahasia ghaib yang hanya dimiliki Allah, berarti mendustakan ayat di atas.

Kedua, hal ghaib yang diketahui sebagian orang, namun tidak diketahui orang lain.

Para ulama menyebutnya ghaib nisbi (relatif).

Sebagai contoh ketika anda di kantor, anda tidak tahu apa yang terjadi di rumah. Sebaliknya, orang yang ada di rumah, tidak tahu tentang kondisi anda di kantor. Bagi anda yang sedang di kantor, kondisi rumah adalah hal yang ghaib. Dan ini bisa menjadi tidak ghaib, jika ada komunikasi antara anda yang berada di kantor dengan keluarga anda yang ada di rumah.

Karena itu, ketika ada orang yang mengaku mengetahui kejadian di tempat lain tanpa melalui komunikasi, berarti dia ngaku mengetahui hal yang ghaib. Seperti orang yang mengaku memiliki kemampuan telepati, menerawang, dst.

Ada 2 Kemungkinan

Untuk semua klaim mengetahui hal ghaib nisbi, di sana ada 2 kemungkinan,

Pertama, dia dibantu jin. Dia punya jin, dan jin itu memberi tahu dia tentang kejadian di tempat lain.

Kedua, dia hanya berdusta, ngaku-ngaku tahu hal yang ghaib.

Barang hilang, ghaib?

Dari pembagian benda ghaib di atas, barang ilang termasuk ghaib nisbi. Diketahui oleh si pencuri atau si penemu barang, sementara pemiliknya tidak tahu.

Bagaimana jika yang tau jin?

Mungkin saja itu terjadi. Karena jin melihat apa yang dilakukan manusia. Jika jin itu punya kerja sama dengan manusia, dia bisa ceritakan kejadian itu kepada manusia.

Dalam kitab Akam al-Mirjan fi Ahkam al-Jan disebutkan riwayat dari Abdullah bin Imam Ahmad, dengan sanadnya dari Salim bin Abdillah bin Umar,

Suatu ketika, Sahabat Abu Musa al-Asy’ari – yang kala itu menjadi gubernur di bashrah – merasa resah dengan keterlambatan berita tentang Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu. Dan di bashrah, ada seorang wanita yang memiliki teman jin. Kemudian Abu Musa meminta kepada wanita itu,

مري صاحبك فليذهب فليخبرني عن أمير المؤمنين

Minta temanmu untuk pergi mencari Umar, dan sampaikan kepadaku berita tentang Amirul Mukminin Umar.

Setelah ditunggu, dia memberi tahu melalui si wanita ini, “Umar di Yaman.”

(Akam al-Mirjan, 168).

Hanya saja, tidak semua proses kerja sama dengan jin menggunakan cara yang dibenarkan. Bahkan banyak yang bekerja sama dengan jin, melalui cara yang dilarang, seperti pemujaan terhadap jin dan bentuk kekufuran lainnya. Terlebih jika orang itu secara sengaja membuka praktek pelayanan ‘mencari barang ilang’. Dan itu menjadi sumber penghasilannya. Bisa kita pastikan, dia dukun.

Hukum Meminta Layanan Mencari Barang Ilang

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras mendatangi semua dukun. Jika hanya bertanya, beliau mengancam shalatnya tidak diterima. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim 2230).

Beliau bahkan menyebutnya sebagai tindakan kekufuran, jika sampai mempercayai itu dukun. Beliau mengingatkan melalui sabdanya,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad 9532, hasan)

Dr. Abdul Aziz ar-Rais menjelaskan,

الإتيان مع التصديق لهم في أمر غيبي نسبي مع اعتقاد أن الشياطين تخبرهم فهذا له عقوبتان :

أ ) لم تُقبل له صلاةٌ أربعين يوماً .

ب) كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم الكفر الأصغر

قال الشيخ عبد اللطيف ابن عبد الرحمن بن حسن :

Mendatangi dukun dan membernarkan mereka dalam perkara ghaib nisbi, dengan keyakinan bahwa ada setan yang memberi info kepada dukun itu, maka dia mendapat dua hukuman,

Pertama, shalatnya tidak diterima selama 40 hari

Kedua, dinilai dia kufur kepada wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan status kufur kecil.

Kemudian Dr. Abdul Aziz menukil keterangan Syaikh Abdul Lathif bin Abdurrahman Alu Syaikh,

قولـه : « من أتى كاهناً فصدقه ، أو أتى امرأةً في دبرها فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم » فهذا من الكفر العمليِّ وليس كالسجود للصنم والاستهانة بالمصحف وقتل النبي وسبِّه وإن كان الكل يُطلق عليه الكفر

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapa yang mendatangi dukun dan membenarkannya, atau menggauli istrinya melalui duburnya, maka dia kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Ini adalah kufur amali (kufur kecil). Tidak seperti sujud kepada berhala, atau menghina mushaf, atau membunuh Nabi dan mencela beliau. Meskipun semuanya disebut kekufuran. (al-Ikmal bi Taqrib Syarh Nawaqid al-Islam, hlm. 30)

Terlepas dari apapun cara dukun itu mencari barang hilang, kita tidak boleh mendatanginya. Karena semua akan memperparah musibah yang kita alami.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

10 Gangguan Setan Saat Sholat

Thursday, February 1, 2018

1. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar”, ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata: “Termasuk tipu daya syetan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT

Sahabat Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala Akupun melakukan hal itu dan Allah Subhaanahu wa ta’aala menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim)

3. LUPA JUMLAH ROKA’AT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian sholat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata: “Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Apabila dikumandangkan azan sholat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya: “Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!”, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat” (HR Bukhari)

5. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT

Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk,yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya”.

Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal mengerjakan solat, asal selesai, sudah!!!. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah.

Pada zaman Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda kepadanya: “Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

6. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. “Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”. Orang tersebut bertanya: “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

7. MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHOLAT

Dengan sadar atau tidak, seseorang yang sedang sholat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syetan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallaah ‘anhaa, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itu adalah curian syetan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8. MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Menguap ketika sholat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin” (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya” (HR Bukhari dan Muslim)

9. BERSIN BERULANG KALI SAAT SHOLAT

Syetan ingin mengganggu kekhusyukkan sholat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud: “Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syetan” (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar menguraikan pernyataan Ibnu Mas’ud radhiyallaah ‘anhu, “Bersin yang tidak disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala adalah yang terjadi dalam sholat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin mengganggu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (HR Muslim).

Ciri-ciri Gangguan Jin pada Keharmonisan Keluarga: Prasangka Buruk

Tuesday, January 30, 2018

Rekan-rekan yang saya hormati, semoga Allah memberikan hidayah dan kasih sayang Nya kepada kita semua. Ada beberapa ciri gangguan jin terkait keharmonisan rumah tangga. Beberapa di antaranya adalah:
  1. Penghuni rumah suka cek cok atau bertengkar.
  2. Hampir tidak ada keceriaan hidup, penghuni saling curiga dan benci.
  3. Selalu berprasangka buruk.
  4. Dongkol, benci, dendam, hati baja, kepala batu, tak bisa menangis.
  5. Penggerutu, pengomel, tak bisa bersyukur, tak pernah puas dengan rezeki yang diperoleh.
  6. Mudah tersinggung, mudah marah, mudah komentar dan mudah merespon dalam hal negatif.
  7. Merasa bangga bisa menyakiti perasaan atau badan orang lain.
  8. Senang melihat penderitaan / kesusahan orang lain.
  9. Senang mengorek, menggunjing kejelekan orang lain.
  10. Suka mencari kambing hitam atau kesalahan orang lain.
  11. Merasa tinggi, super, benar sendiri dan merendahkan orang lain.
Untuk melemahkan gangguan jin setan ini, maka perlu bagi kita menguatkan diri dengan ilmu terkait hal-hal di atas.


LARANGAN DAN AKIBAT DARI PRASANGKA BURUK

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah berpesan kepada umat Islam untuk menjauhi prasangka buruk, karena prasangka buruk termasuk sedusta-dusta perkataan.

Hadits Riwayat Muttafaq Alaih

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيث(متفق عليه)

“Dari Abu Hurairah ia berkata telah bersabda Rasululloh.” Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan,(hati)”. (HR. Muttafaq Alaih)

Hadits Riwayat Bukhori

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيث ،وَلاَتَحَسَّسُوا وَلآتَجَسَّسُوْا وَلآتَحَاسَدُوا وَلآتَدَابَرُواوَلآتَبَاغَضُوا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا (رواه البخارى)

Artinya: “Jauhilah sifat berprasangka buruk karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah kamu mencari kesalahan, memata-matai,janganlah kamu berdengki-dengkian, janganlah kamu belakang-membelakangi danjanganlah kamu benci-bencian. Dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allah bersaudara.” (HR. Bukhori)

Buruk sangka di dalam agama Islam disebut suuzan. Kebalikannya adalah Husnuzan artinya baik sangka. Buruk sangka hukumnya haram, karena akan merusak keharmonisan rumahtangga, keluarga, maupun keharmonisan kehidupan masyarakat.

Allah Subhanahu wata'ala menyerukan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi prasangka, karena prasangka itu termasuk dosa dan kesombongan.

Hadits tersebut memberi peringatan dan pelajaran kepada kita semua banyak terjadi persengketaan dalam bermasyarakat karena sikap buruk sangka. Kadang-kadang masalah kecil bisa menjadi besar sehingga timbul rasa dengki dan dendam yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu, setiap orang yang ingin mendapat ridha Allah hendaklah selalu berprasangka baik (husnuzon).

Secara individual prasangka buruk dapat menyebabkan tumbuhnya sikap negatif, rasa curiga, dan ketidak-nyamanan dalam diri sendiri. Orang yang berprasangka buruk dan curiga terhadap orang lain setiap saat akan merasa tidak aman, merasa terancam oleh sesuatu yang sebenarnya hanya ada dalam angan-angan.

Dia merasa terancam oleh bahaya yang sebenarnya tidak ada. Di samping hilangnya kenyamaan dan keamanan, prasangka buruk akan menghancurkan rasa percaya kepada diri sendiri. Artinya secara individu prasangka buruk dapat menyebabkan hilangnya ketenteraman bathin, dan bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan tumbuhnya kepribadian yang buruk pada seseorang.

Seorang suami yang berburuk sangka kepada istrinya akan selalu berusaha membuktikan prasangka buruknya dengan jalan mengawasi istrinya selama 24 jam dalam sehari. Istri yang selalu dicurigai akan merasa serba salah dan kehilangan kenyamanan hidupnya.

Prasangka buruk yang berlebihan juga akan menyebabkan suami salah memberikan penilaian terhadap sikap dan tindakan istri. Kesalahan kecil bisa nampak besar, sehingga membahayakan keutuhan rumah tangga mereka. Begitu pula sebaliknya bila istri berprasangka buruk kepada suaminya.

Di samping itu secara sosial prasangka buruk akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam pergaulan, merenggangkan hubungan persahabatan, hilangnya rasa saling percaya, dan tumbuhnya rasa saling curiga. Padahal hilangnya rasa saling percaya dan berganti dengan saling curiga dapat berakibat hancurnya rasa kebersamaan.

Artinya solidaritas sosial yang dibangun atas dasar kebersamaan dalam kekeluargaan akan hancur bila individu-individu penyusunnya digerogoti oleh virus buruk sangka. Dalam mengatur ummat, mengatur masyarakat, atau mengatur negara seorang pemimpin memerlukan mandat dari ummat atau rakyat. Mandat itu diberikan atas dasar rasa saling percaya, bukan rasa saling curiga.

Seorang presiden sebagus apapun akhlaqnya dan sehebat apapun akalnya tidak akan bisa bekerja dengan maksimal bila selalu direcoki oleh prasangka buruk berbagai pihak. Oleh lawan politik atau kelompok destruktif prasangka buruk itu dimanfaatkan sebagai amunisi untuk menembaknya jatuh dari kekuasaan. Bahkan dua negara bertetangga bisa terlibat perang, bila hubungan antara pemimpin kedua negara tersebut dikotori oleh prasangka buruk.

Betapa besarnya potensi negatif prasangka buruk terhadap kehidupan manusia baik secara individual maupun sosial, maka wajar kalau Allah memerintahkan ummat Islam untuk menjauhi prasangka buruk.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Firman Allah, ” Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. …”. [QS Al-Hujuraat : 12].

Tentu saja yang dimaksud sebagian prasangka yang bernilai dosa itu adalah prasangka buruk. Marilah kita tinggalkan prasangka buruk dan tumbuhkan prasangka baik untuk membangun kembali keharmonisan keluarga dan sesama kaum muslimin.

Semoga keluarga dan kaum muslimin menjadi lebih harmonis. amiin
.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Roqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger