Dalil Meruqyah pake Garam

Thursday, May 21, 2020

*DALIL MERUQYAH PAKAI GARAM*
___________________
*1. Rasulullah Mengusap dengan Air Garam
Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau disengat Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang disengat Kalajengking, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan anNas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/111)

__________________

2. Rasulullah Mengguyur dengan Air Garam
Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada suatu malam, ketika Rasulullah sedang shalat, saat beliau meletakkan tangannya di atas tanah (sedang sujud), ada Kalajengking yang menyengatnya. Kemudian beliau mengambil sandal (terompahnya), lalu membunuhnya. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya, juga tidak pandang nabi atau lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam, dan mencampurkannya di wadah (baskom). Kemudian beliau mengguyurkannya ke tangan yang disengat Kalajengking, dan mengusapnya seraya membaca surat al-Falaq dan an-Nas.” (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah).
_________________

3. Rasulullah Merendam dengan Air Garam
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika Rasulullah sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda,’Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, sampai beliau merasa tenang (rilek).” (HR. al-Baihaqi dan Imam al-Haitsami menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›

✍Saat saya( Hari Efendi Wijaya) mengikuti dauroh (pelatihan  ruqyah nusantara Kota Bogor )  bersama  Syaikh Abu bara dari (Jordan) beliau menyarankan bagi pasien yang terkena sihir dianjurkan terapi  memakai *garam yang kasar* dengan cara berendam kakinya pakai air hangat selama  30 menit, 

Mudah-mudahan garam ruqyah syar'iyyah ini yang sudah di ruqyah akan membantu proses kesembuhan.aamin
*Barakalahu  fikum*

Hukum Jimat, Kok Ada Kyai Mengajarkan Membuat Jimat

Hukum Memakai Jimat;
Kok Ada Kyai Mengajarkan Membuat Jimat ?

Pertanyaan:
Apakah jimat itu diperbolehkan atau tidak? Kok ada seorang kyai selalu mengajarkan membuat jimat. Sedangkan ada hadist Rasul yang menjelaskan bahwa jimat itu dilarang?

Jawaban:
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Benar kata Anda, jimat itu dilarang, bahkan termasuk kesyirikan. Jika meyakini, jimat tersebut bisa mewujudkan keinginannya, mendatangkan kemanfaatan dan menghindarkannya dari bahaya; maka ia terjerumus ke syirik besar. Akibatnya, status keislamannya bisa batal, seluruh amal shalihnya terhapus, dan jika mati di atasnya maka ia akan kekal di neraka. Hal itu karena menyamakan Allah Ta’ala dengan makhluk dalam perkara yang merupakan kekhususan bagi Allah.
ูˆَุฅِู†ْ ูŠَู…ْุณَุณْูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุถُุฑٍّ ูَู„َุง ูƒَุงุดِูَ ู„َู‡ُ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ูˆَุฅِู†ْ ูŠُุฑِุฏْูƒَ ุจِุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َุง ุฑَุงุฏَّ ู„ِูَุถْู„ِู‡ِ ูŠُุตِูŠุจُ ุจِู‡ِ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yunus: 107)
ุฃَูَุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ู…َุง ุชَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ْ ุฃَุฑَุงุฏَู†ِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุถُุฑٍّ ู‡َู„ْ ู‡ُู†َّ ูƒَุงุดِูَุงุชُ ุถُุฑِّู‡ِ ุฃَูˆْ ุฃَุฑَุงุฏَู†ِูŠ ุจِุฑَุญْู…َุฉٍ ู‡َู„ْ ู‡ُู†َّ ู…ُู…ْุณِูƒَุงุชُ ุฑَุญْู…َุชِู‡ِ ู‚ُู„ْ ุญَุณْุจِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ُ ุงู„ْู…ُุชَูˆَูƒِّู„ُูˆู†َ
“Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Zumar: 38)
Kedua ayat di atas menunjukan bahwa hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mampu memberikan manfaat dan menimpakan bahaya, maka hal itu merupakan sifat rububiyah Allah Ta’ala yang harus diyakini oleh setiap hamba, sehingga apabila seseorang meyakini hal itu ada pada selain-Nya seperti pada malaikat, nabi, wali, jin dan jimat-jimat maka berarti dia telah menyekutukan Allah Tabaraka Wa Ta’ala.
Sementara jika meyakini bahwa jimat hanya menjadi sebab terpenuhinya keinginan, mendatangkan kemanfaatan dan menghindarkannya dari bahaya; maka ini syirik kecil. Ia termasuk dosa besar yang membinasakan. Karena ia bersandar kepada sebab yang tidak dibenarkan oleh syariat; baik secara syar'i atau qodari. Dan siapa yang bersandar kepada sebab yang tidak dibenarkan syariat, secara syar'i atau qadari; ia telah terjerumus ke dalam kesyirikan.
. . .jika meyakini bahwa jimat hanya menjadi sebab terpenuhinya keinginan, mendatangkan kemanfaatan dan menghindarkannya dari bahaya; maka ini syirik kecil. Ia termasuk dosa besar yang membinasakan. . .
Dalil-dalil Khusus Pengharaman Jimat
Selanjutnya kami sertakan beberapa dalil khusus yang menunjukkan haramnya meyakini dan memakai jimat;
Sahabat yang mulia ‘Uqbah bin Amir Al-Juhani Radhiyallahu 'Anhu menuturkan,
ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู‚ْุจَู„َ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุฑَู‡ْุทٌ ูَุจَุงูŠَุนَ ุชِุณْุนَุฉً ูˆَุฃَู…ْุณَูƒَ ุนَู†ْ ูˆَุงุญِุฏٍ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุจَุงูŠَุนْุชَ ุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชَุฑَูƒْุชَ ู‡َุฐَุง ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุชَู…ِูŠู…َุฉً ูَุฃَุฏْุฎَู„َ ูŠَุฏَู‡ُ ูَู‚َุทَุนَู‡َุงูَุจَุงูŠَุนَู‡ُ ูˆَู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ุนَู„َّู‚َ ุชَู…ِูŠู…َุฉً ูَู‚َุฏْ ุฃَุดْุฑَูƒَ
“Bahwasannya telah datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sepuluh orang (untuk melakukan bai’at), maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membai’at sembilan orang dan tidak membai’at satu orang. Maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membai’at sembilan dan meninggalkan satu orang ini?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia mengenakan jimat.” Maka orang itu memasukkan tangannya dan memotong jimat tersebut, barulah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membai’atnya dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan jimat maka dia telah menyekutukan Allah”." (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Isnadnya kuat,” dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 492)
Dalam riwayat lain, Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu 'Anhu berkata, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ู…َู†ْ ุชَุนَู„َّู‚َ ุชَู…ِูŠู…َุฉً ูَู„ุงَ ุฃَุชَู…َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ุชَุนَู„َّู‚َ ูˆَุฏَุนَุฉً ูَู„ุงَ ูˆَุฏَุนَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ
“Barangsiapa yang mengenakan jimat maka Allah ta’ala tidak akan menyempurnakan hajatnya, dan barangsiapa yang mengenakan wada’ah (jimat batu pantai) maka Allah ta’ala tidak akan memberikan ketenangan kepadanya.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Hadits hasan.”)
Sahabat Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu 'Anhu menuturkan,
ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَุจْุตَุฑَ ุนَู„َู‰ ุนَุถُุฏِ ุฑَุฌُู„ٍ ุญَู„ْู‚َุฉً ุฃُุฑَุงู‡ُ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ุตُูْุฑٍ ูَู‚َุงู„َ ูˆَูŠْุญَูƒَ ู…َุง ู‡َุฐِู‡ِ ู‚َุงู„َ ู…ِู†َ ุงู„ْูˆَุงู‡ِู†َุฉِ ู‚َุงู„َ ุฃَู…َุง ุฅِู†َّู‡َุง ู„ุงَ ุชَุฒِูŠุฏُูƒَ ุฅِู„ุงَّ ูˆَู‡ْู†ًุง ุงู†ْุจِุฐْู‡َุง ุนَู†ْูƒَ ูَุฅِู†َّูƒَ ู„َูˆْ ู…ِุชَّ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َูŠْูƒَ ู…َุง ุฃَูْู„َุญْุชَ ุฃَุจَุฏًุง
“Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melihat di tangan seorang laki-laki terdapat gelang dari tembaga, maka beliau berkata, “Celaka engkau, apa ini?” Orang itu berkata, “Untuk menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan.” Beliau bersabda, “Ketahuilah, benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.”(HR. Ahmad)
Sahabat Abu Basyir Al-Anshari Radhiyallahu 'Anhu berkata,
ุฃَู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ู…َุนَ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูِูŠ ุจَุนْุถِ ุฃَุณْูَุงุฑِู‡ِ ู‚َุงู„َ ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„ู‡ِ ุญَุณِุจْุชُ ุฃَู†َّู‡ُ ู‚َุงู„َ ูˆَุงู„ู†َّุงุณُ ูِูŠ ู…َุจِูŠุชِู‡ِู…ْ ูَุฃَุฑْุณَู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฑَุณُูˆู„ุงً ุฃَู†ْ ู„ุงَ ูŠَุจْู‚َูŠَู†َّ ูِูŠ ุฑَู‚َุจَุฉِ ุจَุนِูŠุฑٍ ู‚ِู„ุงَุฏَุฉٌ ู…ِู†ْ ูˆَุชَุฑٍ ุฃَูˆْ ู‚ِู„ุงَุฏَุฉٌ ุฅِู„ุงَّ ู‚ُุทِุนَุชْ
“Bahwasannya beliau pernah bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pada salah satu perjalanan beliau –berkata Abdullah (rawi): Aku mengira beliau mengatakan-, ketika itu manusia berada pada tempat bermalam mereka, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk menyampaikan, “Janganlah tertinggal di leher hewan tunggangan sebuah kalung dari busur panah atau kalung apa saja kecuali diputuskan”.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i rahimahullah menyebutkan diantara penjelasan ulama terhadap hadits di atas, “Bahwasannya di zaman Jahiliyah dahulu mereka memakaikan kalung-kalung busur panah keras terhadap onta mereka agar tidak terkena penyakit ‘ain menurut sangkaan mereka. Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan mereka untuk memutuskan kalung-kalung tersebut sebagai pengajaran kepada mereka bahwa jimat-jimat itu tidak sedikitpun dapat menolak ketentuan Allah ta’ala. Ini adalah pendapat Al-Imam Malik rahimahullah tentang makna hadits ini. . ." (Fathul Bari: 6/142)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ุฅِู†َّ ุงู„ุฑُّู‚َู‰ ูˆَุงู„ุชَّู…َุงุฆِู…َ ูˆَุงู„ุชِّูˆَู„َุฉَ ุดِุฑْูƒٌ
“Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet itu syirik.” (HR. Ahmad, no. 3615, Abu Daud no. 1776, 3883 dan Ibnu Majah, no. 3530. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Shahih lighairihi,” dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah, no. 2854)
Sahabat yang mulia Abu Ma’bad Abdullah bin ‘Ukaim Al-Juhani Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ู…َู†ْ ุชَุนَู„َّู‚َ ุดَูŠْุฆًุง ูˆُูƒِู„َ ุฅِู„َูŠْู‡ِ
“Barangsiapa yang bergantung kepada sesuatu (makhluk seperti jimat dan yang lainnya) maka dia akan dibiarkan bersandar kepada makhluk tersebut (tidak ditolong oleh Allah ta’ala).” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Hasan ligairihi,” dan dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ghayatul Marom, no. 297]
Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan rahimahumallah berkata dalam Fathul Majid: 124, “Bergantung kepada sesuatu itu bisa jadi dengan hati, bisa pula dengan perbuatan dan bisa pula dengan hati dan perbuatan sekaligus. Allah menjadikan pelakunya bergantung kepada sesuatu tersebut, maksudnya adalah Allah jadikan dia bergantung kepada sesuatu yang dia jadikan sebagai tempat bergantung. Maka barangsiapa yang bergantung kepada Allah, memohon hajat-hajatnya kepada-Nya, bersandar kepada-Nya, memasrahkan urusannya kepada-Nya niscaya Allah akan mencukupinya, mendekatkan baginya setiap yang jauh, memudahkan baginya semua yang sulit. Dan barangsiapa yang bergantung kepada selain-Nya atau lebih tenang (ketika bersandar) kepada pendapatnya, akalnya, obatnya, jimat-jimatnya dan yang semisalnya maka Allah jadikan dia bergantung kepada makhluk-makhluk tersebut dan Allah menghinakannya. Dan ini sudah dimaklumi berdasarkan dalil-dalil dan kenyataan. Allah Ta’ala berfirman,
ูˆَู…َู† ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ
“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah sebagai penolongnya.”(QS. Al-Tholaq: 3).” Wallahu Ta'ala A’lam.
. . . barangsiapa yang bergantung kepada selain-Nya atau lebih tenang (ketika bersandar) kepada pendapatnya, akalnya, obatnya, jimat-jimatnya dan yang semisalnya maka Allah jadikan dia bergantung kepada makhluk-makhluk tersebut dan Allah menghinakannya. . . .
Penutup
Berdasarkan uraian di atas, memakai jimat dan meyakini keampuhannya adalah perbuatan terlarang. Ia termasuk perbuatan syirik. Doa besar yang paling besar. Sementara jika ada kiai atau orang alim yang mengajarkannya, maka ia telah melakukan kesesatan dan penyimpangan. Sedangkan kebenaran tidak diukur oleh seseorang. Tetapi oranglah yang ditimbang dengan kebenaran. Jangankan kiai yang melakukan kesyirikan, Nabi saja jika melakukannya terkena ancamannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฃُูˆุญِูŠَ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู„َุฆِู†ْ ุฃَุดْุฑَูƒْุชَ ู„َูŠَุญْุจَุทَู†َّ ุนَู…َู„ُูƒَ ูˆَู„َุชَูƒُูˆู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑِูŠู†َ
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-Zumar: 65)
Khitab ayat di atas ditujukan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, hamba pilihan Allah yang paling dicintai oleh-Nya. Jika beliau sampai berbuat syirik, maka tidak ada ampun bagi beliau. Semua amal-amal shalih yang sudah dikerjakannya akan terhapus dan harus merasakan azab dahsyat di akhirat. Lalu bagaimana kalau yang berbuat syirik adalah orang yang derajatnya di bawah beliau.

Apa sebab Manusia Dinikahi Jin ?

Tuesday, April 7, 2020

*Apa sebab Manusia Dicintai Jin ?"*

karena jin punya syahwat, melihat aurat manusia dg sebab2 berikut:

*-- Penyebab khusus:*
- tidak mengucapkan basmalah sblm membuka aurat besar (ganti baju, mandi dsb)
- tidak membaca doa saat masuk toilet
- tidak menutup aurat sempurna
- saat tidur berpakaian minim, atau mudah tersingkap
- laki2 suka tidur tengkurap, perempuan tidur telentang
- jin sdh lama bersama dengan penderita, apapun penyebabnya

*--- Penyebab umum:*
- terbukanya pintu masuk setan: dosa besar, kesedihan atau gembira berlebih, marah, takut, dan kelalaian
- tidak membentengi diri dg dzikir2 Nabawi
- ada gangguan di rumah atau lingkungan (jimat, pusaka, tetangga dukun, bekas tempat syirik dsb)
- jin yg selalu ngikut:
   - jin keturunan, jin yg disuruh menjaga
   - selalu bawa jimat / rajah
   - pasang susuk
   - diisi sama dukun yg didatangi

dari berbagai sumber dan pengalaman

Wallahu A'lam
Abu Amatulloh

Agar tidak Dicintai Jin

*Agar tidak Dicintai Jin*

Solusi untuk pasien yg disukai jin, termasuk pencegahannya diimbau utk mengawali setiap aktivitasnya dengan "basmallah" selain itu:

1. Lakukan sunah sebelum tidur, kibas tempat tidur, dekatkan kedua telapak tangan ke mulut seperti berdoa, bacakan 3 qul, stiap selesai 1 surah tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan k seluruh tubuh. Lakukan sebanyak 3x. Kemudian baca ayat qursi.
Ini adalah sunah yg dilakukan Nabi sebelum tidur, jika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yg mulia saja melalukan hal ini, apalagi kita yg lemah dan hina ini.
2. Jgn banyak melihat diri di cermin, terutama melihat aurat diri..
3.Jaga adab masuk kamar mandi, terutama isti'adzah sblm memasukinya
4. Usahakan lawan was2 di dalam hati dan jgn terlalu lama di toilet (jk tdk ada hajat)
5.Jgn bertelanjang ketika sebelum atau sesudah memasuki kamar mandi (terutama laki2 yg kebiasaan bertelanjang dada atau cuma pke handuk saja)
6.Bagi wanita jgn cukur alis
7.Biasakan potong kuku setiap minggu, mencabut rambut di ketiak dan mencukur rambut kemaluan secara rutin, krn rambut2 di daerah situ sangat berpotensi untuk dijadikan tempat favorit syaitan bersembunyi..
8.Utk perempuan, tutup auratnya
9. Utk perempuan jgn tidur dgn menggunakan pakaian mini atau yg menyibakkan aurat (clana pendek, tank top, dll) krn hal tsb akan memancing jin laki2 menggerayangi tubuhmu !
10.Biasakan zikir pagi dan petang (al ma'surat) dan baca "Laa Ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulii syai-in qodiir" 100X stiap solat shubuh..
11.Baca basmalah setiap ganti baju. Agar setan tidak melihat aurat anda.
12.Jaga pandangan
13.Biasakan puasa Senin-Kamis
14. Takutlah hanya pada Allah dan laksanakan ibadah hanya karena Allah, karena syaitan (jin jahat) skali-kali mereka tidak takut dengan ibadahmu, melainkan karena ketaatanmu pada Allah. Engkau takut pada Allah kmudian Allah memerintahkan syaitan takut padamu. Biidznillah..
15. Amalkan sunah
16. Kendalikan porsi makan
17. M E N I K A H
18. Hindari sentuhan setan yg menimbulkan rangsangan, lbh baik cari kenikmatan bersama suami atau istri tercinta..


Dari berbagai sumber dan pengalaman peruqyah di lapangan.

sumber: kisah Ruqyah, fb

Hadits2 Faedah Al Baqarah

Monday, April 6, 2020

FAEDAH SAHIH SURAH AL BAQARAH 
Bismillah walhamdulillah. Banyak heran kenapa sihir bisa rontok bahkan tukang sihirnya mati terbunuh oleh sihirnya sendiri, ini adalah Rahasi Azzahrawain, Senjata Langit: Surah al Baqarah dan Al Imron.

Surah al Baqarah surah yang Allah turunkan dari arsynya yang agung, surah yang mulia yang akan memuliakan para pemiliknya. Ia adalah senjata langit yang membuat pemiliknya tidak bisa dikuasai tukang sihir dan menjadi pembela dihari kiamat. 

Didalamnya ada ayat-ayat ruqyah yang memiliki keutamaan yang khusus; menyembuhkan orang gila, mengusir syaitan dan membuatnya terhalang untuk memasuki rumah yang membacanya. Didalam banyak keutamaan yang melimpah ruah yang membuat manusia rugi jika meninggalkannya. 

Berikut adalah 11 Keutamaan Surah Al Baqarah dan Al Imron, silahkan simak hingga selesai untuk ekpansi semangat kita dalam menguasai dua surah ini:

1. Pembela dihari Kiamat

Rasulullah Sholallahu Alaiyhi Wassalam bersabda; “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain (Al Baqarah dan Ali Imran), karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir." [Kutipan Shahih Muslim 1337: Ijma Ulama, Sahih]

2. Pembacanya Tidak Akan Dikuasai Tukang Sihir
Dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir, pelajarilah surat Al Baqarah dan Aali 'Imraan karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat, keduanya seperti dua awan, naungan atau dua kelompok burung berbaris yang membela pembaca keduanya." (Musnad Ahmad No. 21897)

3. Diwarisi Mahkota Kerajaan Syurga

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ู†ُุนَูŠْู…ٍ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุจَุดِูŠุฑُ ุจْู†ُ ุงู„ْู…ُู‡َุงุฌِุฑِ ุญَุฏَّุซَู†ِูŠ ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ُ ุจُุฑَูŠْุฏَุฉَ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ ู‚َุงู„َ ูƒُู†ْุชُ ุฌَุงู„ِุณًุง ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุณَู…ِุนْุชُู‡ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุชَุนَู„َّู…ُูˆุง ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูَุฅِู†َّ ุฃَุฎْุฐَู‡َุง ุจَุฑَูƒَุฉٌ ูˆَุชَุฑْูƒَู‡َุง ุญَุณْุฑَุฉٌ ูˆَู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُู‡َุง ุงู„ْุจَุทَู„َุฉُ ู‚َุงู„َ ุซُู…َّ ู…َูƒَุซَ ุณَุงุนَุฉً ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุชَุนَู„َّู…ُูˆุง ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูˆَุขู„ِ ุนِู…ْุฑَุงู†َ ูَุฅِู†َّู‡ُู…َุง ุงู„ุฒَّู‡ْุฑَุงูˆَุงู†ِ ูŠُุธِู„َّุงู†ِ ุตَุงุญِุจَู‡ُู…َุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูƒَุฃَู†َّู‡ُู…َุง ุบَู…َุงู…َุชَุงู†ِ ุฃَูˆْ ุบَูŠَุงูŠَุชَุงู†ِ ุฃَูˆْ ูِุฑْู‚َุงู†ِ ู…ِู†ْ ุทَูŠْุฑٍ ุตَูˆَุงูَّ ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ูŠَู„ْู‚َู‰ ุตَุงุญِุจَู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุญِูŠู†َ ูŠَู†ْุดَู‚ُّ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุจْุฑُู‡ُ ูƒَุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุงู„ุดَّุงุญِุจِ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َู‡ُ ู‡َู„ْ ุชَุนْุฑِูُู†ِูŠ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َุง ุฃَุนْุฑِูُูƒَ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َู‡ُ ู‡َู„ْ ุชَุนْุฑِูُู†ِูŠ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َุง ุฃَุนْุฑِูُูƒَ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฃَู†َุง ุตَุงุญِุจُูƒَ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุธْู…َุฃْุชُูƒَ ูِูŠ ุงู„ْู‡َูˆَุงุฌِุฑِ ูˆَุฃَุณْู‡َุฑْุชُ ู„َูŠْู„َูƒَ ูˆَุฅِู†َّ ูƒُู„َّ ุชَุงุฌِุฑٍ ู…ِู†ْ ูˆَุฑَุงุกِ ุชِุฌَุงุฑَุชِู‡ِ ูˆَุฅِู†َّูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ู…ِู†ْ ูˆَุฑَุงุกِ ูƒُู„ِّ ุชِุฌَุงุฑَุฉٍ ูَูŠُุนْุทَู‰ ุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูˆَุงู„ْุฎُู„ْุฏَ ุจِุดِู…َุงู„ِู‡ِ ูˆَูŠُูˆุถَุนُ ุนَู„َู‰ ุฑَุฃْุณِู‡ِ ุชَุงุฌُ ุงู„ْูˆَู‚َุงุฑِ ูˆَูŠُูƒْุณَู‰ ูˆَุงู„ِุฏَุงู‡ُ ุญُู„َّุชَูŠْู†ِ ู„َุง ูŠُู‚َูˆَّู…ُ ู„َู‡ُู…َุง ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูَูŠَู‚ُูˆู„َุงู†ِ ุจِู…َ ูƒُุณِูŠู†َุง ู‡َุฐِู‡ِ ูَูŠُู‚َุงู„ُ ุจِุฃَุฎْุฐِ ูˆَู„َุฏِูƒُู…َุง ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ุซُู…َّ ูŠُู‚َุงู„ُ ู„َู‡ُ ุงู‚ْุฑَุฃْ ูˆَุงุตْุนَุฏْ ูِูŠ ุฏَุฑَุฌَุฉِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَุบُุฑَูِู‡َุง ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุตُุนُูˆุฏٍ ู…َุง ุฏَุงู…َ ูŠَู‚ْุฑَุฃُ ู‡َุฐًّุง ูƒَุงู†َ ุฃَูˆْ ุชَุฑْุชِูŠู„ًุง

Artinya: Telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya: Aku duduk di dekat Nabi Shallallahhu'alaihiwasallam, aku mendengar beliau bersabda:

"Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir."

Beliau diam sesaat kemudian bersabda: "Pelajarilah surat Al Baqarah dan Ali 'Imran karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat, keduanya seperti dua awan, naungan atau dua kelompok burung berbaris, Al Quran akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang kurus, ia berkata:

Apa kau mengenaliku? 
Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu, ia berkata: 

Apa kau mengenaliku? 
Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu.

Ia berkata: Aku adalah temanmu, Al Quran yang membuatmu haus ditengah hari dan membuatmu bergadang dimalam hari, setiap pedagang berada dibelakang dagangannya dan engkau hari ini berada dibelakang daganganmu.

Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mutiara kemuliaan dan kedua orang tuanya dikenakan dua hiasan yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia lalu keduanya berkata:
Kenapa aku dikenakan perhiasan ini? Dikatakan pada keduanya: 

Karena anak kalian berdua mempelajari Al Quran. Kemudian dikatakan padanya: Bacalah dan naiklah ke tingkat surga dan kamar-kamarnya. Ia senantiasa naik selama ia membaca dengan cepat atau dengan tartil. [Musnad Ahmad 21872 juga terdapat dalam Sunan Darimi 3257]

4. Didalamnya ada 2 Ayat Terakhir yang Melindungi dari Syaitan dan Bencana.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู…َุณْุนُูˆุฏٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุจِุงู„ْุขูŠَุชَูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูِูŠ ู„َูŠْู„َุฉٍ ูƒَูَุชَุงู‡ُ

Artinya: Dari Abu Mas'ud radliallahu 'anhu ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya." [Shahih Bukhari 4624, 4652, Shahih Muslim 1340, 1341: Ijma Ulama: Sahih. Juga terdapat dalam Musnad Ahmad 16451]

5. Senjata Langit: Ayat Yang Turun Dibawah Nanungan Arsyi

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalalah oleh kalian dua ayat ini, yakni yang terdapat di akhir surat Al Baqarah. Karena sesungguhnya Rabb-ku Azza wa Jalla telah mewahyukannya kepadaku dari bawah naungan 'Arsy." [Kutipan Musnad Ahmad 16803, Dari Uqbah bin Amir]

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฌَุฑِูŠุฑٌ ุนَู†ْ ู…َู†ْุตُูˆุฑٍ ุนَู†ْ ุฑِุจْุนِูŠِّ ุจْู†ِ ุญِุฑَุงุดٍ ุนَู…َّู†ْ ุญَุฏَّุซَู‡ُ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฐَุฑٍّ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†ِّูŠ ุฃُูˆุชِูŠุชُู‡ُู…َุง ู…ِู†ْ ูƒَู†ْุฒٍ ู…ِู†ْ ุจَูŠْุชٍ ุชَุญْุชَ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุคْุชَู‡ُู…َุง ู†َุจِูŠٌّ ู‚َุจْู„ِูŠ ูŠَุนْู†ِูŠ ุงู„ْุขูŠَุชَูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ

Dari Abu Dzar dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kedua simpanan yang ada dalam rumah di bawah 'Arsy telah diberikan kepadaku, dan keduanya tidak diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku; yaitu dua ayat di akhir surat Al Baqarah." [Musnad Ahmad 2038]

Dari Abdullah berkata: Saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam sampai Shidratul Muntaha, beliau bersabda: "Kesanalah berakhirnya sesuatu yang naik dari bumi dan yang turun dari atas." Lalu Allah memberi beliau tiga hal disana yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum beliau; shalat lima waktu diwajibkan atas beliau, beiau diberi penutup-penutup surat al Baqarah dan dosa-dosa besar diampuni untuk ummatnya selama tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun." [Sunan Tirmidzi 3198]

Dari Abdulah dia berkata; " Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diisra'kan beliau sampai ke Sidratul Muntaha, yaitu satu tempat di langit yang ke enam dan sampai di situlah berakhirnya semua yang naik dari bawah dan sampai di situ pula semua yang turun dari atas hingga dapat terpegang. 

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian membacakan ayat: "Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya" (Qs. An-Najm (53): 16) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (Yang meliputi Sidratul Muntaha) adalah kupu-kupu dari emas, lalu aku diberi tiga hal, yaitu shalat lima waktu, akhir-akhir surat Al Baqarah, dan orang yang mati dari umatku diampuni, asalkan tidak menyekutukan Allah Azza Wa Jalla dengan sesuatupun." (Sunan Nasa'i 447: Syaikh Al Albani; Sahih)

6. Syaitan Pergi 3 Malam

ุนَู†ِ ุงู„ู†ُّุนْู…َุงู†ِ ุจْู†ِ ุจَุดِูŠุฑٍ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุชَุจَ ูƒِุชَุงุจًุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَุฎْู„ُู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ุจِุฃَู„ْูَูŠْ ุนَุงู…ٍ ูَุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†ْู‡ُ ุขูŠَุชَูŠْู†ِ ูَุฎَุชَู…َ ุจِู‡ِู…َุง ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูˆَู„َุง ูŠُู‚ْุฑَุฃَุงู†ِ ูِูŠ ุฏَุงุฑٍ ุซَู„َุงุซَ ู„َูŠَุงู„ٍ ูَูŠَู‚ْุฑَุจَู‡َุง ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ู‚َุงู„َ ุนَูَّุงู†ُ ูَู„َุง ุชُู‚ْุฑَุจَู†َّ

Artinya: Dari An Nu'man bin Basyir, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Kemudian Dia menurunkan dua ayat darinya dan menjadikan kedua ayat tersebut sebagai pebutup dari surat Al Baqarah. Maka tidaklah dua ayat itu dibaca di dalam rumah selama tiga malam kemudian setan berani mendekatinya." [Musnad Ahmad 17688]

7. 10 Ayat-Ayat Ruqyah.

ุญَุฏَّุซَู†ِูŠ ุฃُุจَูŠُّ ุจْู†ُ ูƒَุนْุจٍ ู‚َุงู„َ ูƒُู†ْุชُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุฌَุงุกَ ุฃَุนْุฑَุงุจِูŠٌّ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ู†َุจِูŠَّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ู„ِูŠ ุฃَุฎًุง ูˆَุจِู‡ِ ูˆَุฌَุนٌ ู‚َุงู„َ ูˆَู…َุง ูˆَุฌَุนُู‡ُ ู‚َุงู„َ ุจِู‡ِ ู„َู…َู…ٌ ู‚َุงู„َ ูَุฃْุชِู†ِูŠ ุจِู‡ِ ูَูˆَุถَุนَู‡ُ ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูَุนَูˆَّุฐَู‡ُ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจِูَุงุชِุญَุฉِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَุฃَุฑْุจَุนِ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุฃَูˆَّู„ِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูˆَู‡َุงุชَูŠْู†ِ ุงู„ْุขูŠَุชَูŠْู†ِ { ูˆَุฅِู„َู‡ُูƒُู…ْ ุฅِู„َู‡ٌ ูˆَุงุญِุฏٌ } ูˆَุขูŠَุฉِ ุงู„ْูƒُุฑْุณِูŠِّ ูˆَุซَู„َุงุซِ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูˆَุขูŠَุฉٍ ู…ِู†ْ ุขู„ِ ุนِู…ْุฑَุงู†َ { ุดَู‡ِุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ } ูˆَุขูŠَุฉٍ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฃَุนْุฑَุงูِ { ุฅِู†َّ ุฑَุจَّูƒُู…ْ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ } ูˆَุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ { ูَุชَุนَุงู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْู…َู„ِูƒُ ุงู„ْุญَู‚ُّ } ูˆَุขูŠَุฉٍ ู…ِู†ْ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุฌِู†ِّ { ูˆَุฃَู†َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ุฌَุฏُّ ุฑَุจِّู†َุง } ูˆَุนَุดْุฑِ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุฃَูˆَّู„ِ ุงู„ุตَّุงูَّุงุชِ ูˆَุซَู„َุงุซِ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุญَุดْุฑِ ูˆَู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ ูˆَุงู„ْู…ُุนَูˆِّุฐَุชَูŠْู†ِ ูَู‚َุงู…َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูƒَุฃَู†َّู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَุดْุชَูƒِ ู‚َุทُّ

Artinya; Telah menceritakan kepadaku Ubay bin Ka'b dia berkata; "Aku berada di sisi nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian datanglah seorang arab badui dan berkata "wahai Nabiyullah, saya mempunyai seorang saudara laki laki yang sedang sakit."

Nabi bertanya: "apa sakitnya?" Dia menjawab, "Dia terkena penyakit gila." Nabi bersabda: "Bawa dia kemari." kemudian dia di hadapkan kepada beliau dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memohonkan perlindungan untuknya dengan membaca fatihatul kitab (surat al fatihah), empat ayat permulaan surat al baqarah, dua ayat berikut ini: wa ilaahukum ilaahuw waahid (dan tuhanmu adalah tuhan yang maha esa) (Qs. Al baqarah: 163) dan Ayat Kursi.

Lalu tiga ayat terakhir dari surat al baqarah. Satu ayat dari surat ali imran: syahidaallaahu annahu laa ilaaha illa huwa (allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan dia (yang berhak disembah) (Qs. Ali Imran: 18), satu ayat dari surat al A'raaf: inna rabbakumullaahul ladzii khalaqas samaawaati wal ardl (sesungguhnya tuhan kamu ialah allah yang telah Menciptakan langit dan bumi) (Qs. Al a'raaf: 54),

Akhir dari surat al mukminun: fata'aalallaahul malikul haq (maka maha tinggi allah, raja yang sebenarnya) (Qs. Al mukminun: 116), satu ayat dari surat Al Jin: wa annahu ta'aala jaddu rabbinaa (dan bahwasanya maha tinggi kebesaran tuhan kami) (Qs. Al Jin: 3), sepuluh ayat permulaan dari surat ash shaffaat, tiga ayat terakhir dari surat surat al hasyr, qul huwallaahu ahad (surat al ikhlash), dan al mu'awwidzatain (surat al falaq dan an naas)."
Maka berdirilah laki laki itu seakan- akan dia tidak pernah terkena sakit sama sekali." (Musnad ahmad 20237)

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฌَุนْูَุฑُ ุจْู†ُ ุนَูˆْู†ٍ ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุงู„ْุนُู…َูŠْุณِ ุนَู†ْ ุงู„ุดَّุนْุจِูŠِّ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุนَุดْุฑَ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูِูŠ ู„َูŠْู„َุฉٍ ู„َู…ْ ูŠَุฏْุฎُู„ْ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْุจَูŠْุชَ ุดَูŠْุทَุงู†ٌ ุชِู„ْูƒَ ุงู„ู„َّูŠْู„َุฉَ ุญَุชَّู‰ ูŠُุตْุจِุญَ ุฃَุฑْุจَุนًุง ู…ِู†ْ ุฃَูˆَّู„ِู‡َุง ูˆَุขูŠَุฉُ ุงู„ْูƒُุฑْุณِูŠِّ ูˆَุขูŠَุชَุงู†ِ ุจَุนْุฏَู‡َุง ูˆَุซَู„َุงุซٌ ุฎَูˆَุงุชِูŠู…ُู‡َุง ุฃَูˆَّู„ُู‡َุง { ู„ِู„َّู‡ِ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ }

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin 'Aun telah mengabarkan kepada kami Abu Al 'Umais dari Asy Sya'bi ia berkata; Abdullah berkata; Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya setan tidak akan masuk ke dalam rumahnya pada malam itu hingga pagi hari. Yaitu empat ayat dari awal surat, ayat kursi dan dua ayat setelahnya, serta tiga ayat penutup surat, yaitu mulai dari ayat: lillaahi maa fis samaawaati... (Kepunyaan Allahlah segala apa yang ada di langit...). (HR. Sunan Darimi 3248)

8. Ayat Paling Agung ; Shalat, Al Qur’an dan Do’a. 

ุนَู†ْ ุงุจْู†ِ ุงู„ْุฃَุณْู‚َุนِ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَู…ِุนَู‡ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฅِู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฌَุงุกَู‡ُู…ْ ูِูŠ ุตُูَّุฉِ ุงู„ْู…ُู‡َุงุฌِุฑِูŠู†َ ูَุณَุฃَู„َู‡ُ ุฅِู†ْุณَุงู†ٌ ุฃَูŠُّ ุขูŠَุฉٍ ูِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุฃَุนْุธَู…ُ ู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ 
{ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูŠُّ ุงู„ْู‚َูŠُّูˆู…ُ ู„َุง ุชَุฃْุฎُุฐُู‡ُ ุณِู†َุฉٌ ูˆَู„َุง ู†َูˆْู…ٌ }

Artinya: Dari Ibnu Al Asqa', bahwa ia mendengarnya berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang menemui penghuni Shuffah dari kalangan Muhajirin, lalu ada seseorang bertanya kepada beliau, "Ayat manakah yang paling agung dalam Al- Qur'an?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum, laa ta`khudzuhuu sinatun wa laa naum (Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur...) '(Qs. Al Baqarah: 255). (HR Sunan Abu Daud 3489)

Aifa' bin Abdul Kala'i ia berkata; Ada seorang bertanya; Wahai Rasulullah, surat Al Qur'an mana yang paling agung? Beliau menjawab: "Qul Huwallahu Ahad (surat Al Ikhlas)." Ia bertanya lagi; Lalu ayat apa lagi yang paling agung di dalam Al Qur'an? Beliau menjawab: "Ayat Kursi: Allahu Laailaaha illa Huwal Hayyul Qayyum (Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya))." Ia bertanya lagi; Ayat mana wahai Nabiyullah, yang engkau dan juga umatmu inginkan untuk mendapatkannya? Beliau menjawab: "Ayat penutup surat Al Baqarah, sebab sesungguhnya ia termasuk perbendaharaan rahmat Allah dari bawah ArasyNya. Dia memberikannya kepada umat ini. Tidak ada satu kebaikan pun dari pada kebaikan dunia dan akhirat kecuali telah dikandung olehnya." (Sunan Darimi 3246)

Dari Jubair bin Nufair bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah menutup surat Al Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaanNya yang berada di bawah 'Arys, maka pelajarilah dan ajarkanlah kedua ayat itu kepada isteri-isteri kalian, sebab keduanya adalah shalat, Al Qur'an dan doa." (Sunan Darimi 3256)

9. Menyembuhkan Orang Gila

ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุนَู…ْุฑُูˆ ุจْู†ُ ุนَุงุตِู…ٍ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุญَู…َّุงุฏٌ ุนَู†ْ ุนَุงุตِู…ٍ ุนَู†ْ ุงู„ุดَّุนْุจِูŠِّ ุนَู†ْ ุงุจْู†ِ ู…َุณْุนُูˆุฏٍ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุฃَุฑْุจَุนَ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุฃَูˆَّู„ِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ูˆَุขูŠَุฉَ ุงู„ْูƒُุฑْุณِูŠِّ ูˆَุขูŠَุชَุงู†ِ ุจَุนْุฏَ ุขูŠَุฉِ ุงู„ْูƒُุฑْุณِูŠِّ ูˆَุซَู„َุงุซًุง ู…ِู†ْ ุขุฎِุฑِ ุณُูˆุฑَุฉِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ ู„َู…ْ ูŠَู‚ْุฑَุจْู‡ُ ูˆَู„َุง ุฃَู‡ْู„َู‡ُ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ุดَูŠْุทَุงู†ٌ ูˆَู„َุง ุดَูŠْุกٌ ูŠَูƒْุฑَู‡ُู‡ُ ูˆَู„َุง ูŠُู‚ْุฑَุฃْู†َ ุนَู„َู‰ ู…َุฌْู†ُูˆู†ٍ ุฅِู„َّุง ุฃَูَุงู‚َ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin 'Ashim telah menceritakan kepada kami Hammad dari 'Ashim dari Asy Sya'bi dari Ibnu Mas'ud ia berkata; Barangsiapa yang membaca empat ayat dari awal surat Al Baqarah, ayat kursi, dua ayat setelahnya dan tiga ayat terakhir dari surat al Baqarah, maka tidak ada satu setan pun yang mendekati dirinya dan keluarganya pada hari itu, serta tidak ada pula sesuatu pun yang ia benci (mendatangkan madharat baginya). Tidaklah dibacakan ayat-ayat tersebut kepada orang gila, kecuali ia pasti sadar. (Sunan Darimi 3249)

10. Setan Lari

ุญَุฏَّุซَู†َุง ู‚ُุชَูŠْุจَุฉُ ุจْู†ُ ุณَุนِูŠุฏٍ ุญَุฏَّุซَู†َุง ูŠَุนْู‚ُูˆุจُ ูˆَู‡ُูˆَ ุงุจْู†ُ ุนَุจْุฏِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ْู‚َุงุฑِูŠُّ ุนَู†ْ ุณُู‡َูŠْู„ٍ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุชَุฌْุนَู„ُูˆุง ุจُูŠُูˆุชَูƒُู…ْ ู…َู‚َุงุจِุฑَ ุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ูŠَู†ْูِุฑُ ู…ِู†ْ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ุงู„َّุฐِูŠ ุชُู‚ْุฑَุฃُ ูِูŠู‡ِ ุณُูˆุฑَุฉُ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉِ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Abdurrahman Al Qariy dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” [Shahih Muslim 1300: Ijma Ulama, Sahih]

Dari Abu Hurairah berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, dan sesungguhnya setan tidak masuk ke dalam rumah yang dibacakan di dalamnya surat al Baqarah.” (Musnad Ahmad 8560)
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari dari Salamah bin Kuhail dari Abu Al Ahwash ia berkata; Abdullah berkata; “Sesungguhnya jika setan mendengar surat Al Baqarah dibaca di dalam sebuah rumah, ia pasti akan keluar darinya”. (Sunan Darimi 3245)

11. Ijabah Do’a
Ada Ijabah Do’a Dalam Surah Al Baqarah dan Al Imron

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ُ ุฌَุนْูَุฑٍ ุงู„ุฑَّู‚ِّูŠُّ ุนَู†ْ ุนُุจَูŠْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑٍูˆ ุนَู†ْ ุฒَูŠْุฏٍ ุนَู†ْ ุฌَุงุจِุฑٍ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุงู„ุถُّุญَู‰ ุนَู†ْ ู…َุณْุฑُูˆู‚ٍ ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ู‚َุฑَุฃَ ุฑَุฌُู„ٌ ุนِู†ْุฏَ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْุจَู‚َุฑَุฉَ ูˆَุขู„َ ุนِู…ْุฑَุงู†َ ูَู‚َุงู„َ ู‚َุฑَุฃْุชَ ุณُูˆุฑَุชَูŠْู†ِ ูِูŠู‡ِู…َุง ุงุณْู…ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْุฃَุนْุธَู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฅِุฐَุง ุฏُุนِูŠَ ุจِู‡ِ ุฃَุฌَุงุจَ ูˆَุฅِุฐَุง ุณُุฆِู„َ ุจِู‡ِ ุฃَุนْุทَู‰

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi dari Ubaidullah bin Amr dari Zaid dari Jabir dari Abu Adl Dluha dari Masruq dari Abdullah ia berkata; Ada seseorang membaca surat Al Baqarah dan surat Ali Imran di samping Abdullah, lalu ia pun berkata; Engkau telah membaca dua surat yang di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yang apabila digunakan ketika berdoa pasti diperkenankan dan apabila digunakan ketika meminta pasti dikabulkan. (Sunan Darimi 3259)

Ada 2 Asma Allah Yang Agung didalam Al Baqarah dan Al Imron

Dari Asma` binti Yazid dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Nama Allah yang Agung terdapat di dalam dua ayat ini; Dan Rabbmu adalah Rabb yang Maha Esa, tidak ada ilah (yang berhak di sembah) selain Dia, yang Maha pemurah lagi Maha penyayang." Qs Al Baqarah; 163, dan pembukaan surat Ali Imran." [Sunan Ibnu Majah 3845]

Bagaimana cara mengambil senjata langit ini?
Simak penjelasannya di Video Ruqyah Mandiri Holistic

RUQYAH MANDIRI HOLISTIC
https://youtu.be/9lkZYEaszX0

Disusun Oleh:
Nuruddin al Indunissy
Founder RehabHati

Khilaf Ulama Salafy seputar Ruqyah Syar'iyyah

Sunday, March 29, 2020

PERBEDAAN PENDAPAT ULAMA SALAFY SEPUTAR RUQYAH SYAR'IYYAH
=========================================

Kita harus mampu menunjukkan kedewasaan sikap, toleransi, dan objektivitas yang tinggi menghadapi perbedaan pendapat dikalangan para ulama. Kita tetap mendudukkan pendapat mereka di bawah Al Qur’an dan Hadits, tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya. Peganglah prinsip relativitas pengetahuan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Allah subhanahu wata’ala. Para ulama tidak pernah memposisikan pendapat mereka sebagai yang paling absah sehingga wajib untuk diikuti.
Teman-teman sekalian................
Jika khilaf sangat kuat sehingga seorang muslim tidak mampu mengetahui mana yang benar, maka dia (boleh) bertaqlid kepada ulama yang dia percayai ilmu dan din-nya.
Dibawah ini adalah beberapa perbedaan pendapat ulama seputar ruqyah syar'iyyah yang akan saya sajikan secara bersambung :
1. DIALOG DENGAN JIN
Syaikh Robi mengharamkan dialog dengan jin dengan mengatakan : “Tidak boleh, darimana kamu tahu bahwa dia itu muslim? Boleh jadi dia adalah munafik atau kafir, namun ia mengatakan, “Saya muslim”. Kamu tidak mengetahui hakikat jin dan engkau tidak pula mengetahui perkara yang ghaib. Maka hal tersebut tidak diperbolehkan -semoga Allah memberkahimu-.” http://al-atsariyyah.com/fatawa-asy-syaikh-rabi-seputar-jin-dan-ruqyah.html
Sedangkan syaikh Bin Baz memperbolehkan dialog dengan jin bahkan membuat kitab khusus membahas dialog dengan jin, lihat di http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/single/id_dialog_dengan_jin_yang_masuk_ke_tubuh_manusia.pdf
Syeikh Wahid Abdus Salam Bali (Ulama salafy mesir) dalam kitab beliau Wiqayatul insan minal jinni wa sysyaitan menyebutkan bahwa ada kemungkinan seseorang berdialog dan berkomunikasi dengan jin. Serta melakukan perdebatan dan mengajak jin itu untuk masuk Islam.
Pendapat saya : Saya hanya tholabul ilmu maka saya akan merujuk pada pendapat yang menurut saya paling rajih yaitu boleh berdialog dengan jin dan mendakwahinya, perkara jin itu berbohong atau benar-benar ikhlas masuk islam hanya Allah yang Maha Mengetahui isi hati jin tersebut.
2. MERUQYAH AIR
a. Tidak perlu meruqyah air.
Syaikh Ali al Halabi menjelaskan :” ruqyah itu tidak perlu menggunakan media air atau minyak zaitun. Ruqyah yang benar adalah secara langsung membacakan ayat ayat al Quran kepada anggota badan yang sakit, tangan orang yang meruqyah diletakkan di bagian badan yang sakit. http://ustadzaris.com/bahaya-air-ruqyah (http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=187210#post187210)
b. Tidak sepantasnya meruqyah pada air.
Syaikh Robi menjelaskan :” Tidak sepantasnya dilakukan, walaupun para ulama berpendapat dengannya, namun tidak ditemukan dalil atasnya. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah melakukannya, demikian pula para shahabat -semoga Allah memberkahi kalian-. Mereka yang membolehkan hal tersebut tidak mempunyai satu dalil pun (yang bisa dipegang), sementara mereka mengetahui bahwa kami tidak akan menerima suatu pendapat, kecuali disertai dengan dalilnya. Maka setiap orang diambil perkataannya dan ditolak kecuali Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-.
http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/12/meruqyah-dengan-membacakan-al-quran-ke.html (Sumber : http://www.rabee.net/show_fatwa.aspx?id=182 )
c. Boleh meruqyah pada air sebab ada haditsnya.
Syaikh Bin Baz menjelaskan : “Jibril pernah meruqyah beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah membacakan (ayat Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur, ed.) pada air untuk Tsabit bin Qais radhiallahu’anhu lalu memerintahkan ia untuk memercikkan air tersebut pada dirinya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Ath Thib dengan sanad yang hasan.
http://muslim.or.id/fatwa-ulama/fatwa-ulama-metode-ruqyah-dengan-air-yang-dibacakan-doa.html . ( http://www.binbaz.org.sa/mat/1899 )
d. Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah. Menjampi Air Termasuk Ruqyah Yang Syar'i lihat di http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/single/id_Meniup_di_air_termasuk_ruqyah_yang_boleh.doc
e. Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu meruqyah air zam-zam
-----------------------------------------
Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: "Aku pernah tinggal di Makkah selama beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit. Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh dengan cepat."
Subhanallah! Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu terhadap ruqyah serta pengalaman pribadinya berobat dengan membaca Al-Fatihah. (Ad-Da`u wad Dawa` hal. 8, Ath-Thibbun Nabawi hal. 139)
Pendapat saya : : Saya hanya tholabul ilmu maka saya akan merujuk pada pendapat yang menurut saya paling rajih yaitu boleh dan dianjurkan meruqyah menggunakan media cair seperti air atau benda cair lainnya sebab ada dalilnya dari Rasulullah.
3. HUKUM RUQYAH MASSAL
a. Boleh melakukan terapi ruqyah massal
Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin memperbolehkan ruqyah massal . http://www.alsofwa.com/5236/1364-fatwa-membaca-secara-berjamaah-di-satu-tempat-dengan-menggunakan-mikrofon.html Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal:153-154, cet: Darul Haq Jakarta
b. Bid’ah melakukan ruqyah massal.
Saya tidak menemukan fatwa kibar ulama yang membid’ahkan ruqyah massal kecuali dari ustadz kita dari Indonesia yaitu Ustadz yazid Jawwaz dan Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc
Pendapat saya : Saya hanya tholabul ilmu maka saya akan merujuk pada pendapat yang menurut saya paling rajih yaitu boleh melakukan ruqyah massal.
4. MEMBUKA TEMPAT PRAKTEK RUQYAH DAN MENGAMBIL UPAH JASA RUQYAH.
a. Boleh menjadikan ruqyah sebagai profesi dan mengambil upah ruqyah.
Fatwa Al-Lajnah ad-Da`imah memperbolehkan seorang yang menjadikan dirinya berpofesi sebagai peruqyah mengambil upah ruqyah untuk memenuhi kebutuhan hidup. http://www.alsofwa.com/5259/1387-fatwa-hukum-mengambil-upah-dari-ruqyah-agar-bisa-memenuhi-kebutuhan-hidup.html
b. Tidak boleh membuka tempat pengobatan ruqyah dan tidak boleh menetapkan dan mengharap upah ruqyah .
Syaikh fauzan telah menjelaskannya di http://www.alsofwa.com/5047/1175-fatwa-tidak-boleh-membuka-tempat-praktek-pembacaan-ruqyah.html
Pendapat saya : hanya tholabul ilmu maka saya akan merujuk pada pendapat yang menurut saya paling rajih yaitu boleh membuka tempat pengobatan ruqyah juga menerima upah dan para prakteknya ditempat pengobatan ruqyah tidaklah khusus hanya untuk terapi ruqyah namun juga biasanya membuka praktek pengobatan thibun nabawi lainnya (bekam, herbal dll).
sekedar Intermezo.....................
Tgl 20 februari 2006 yang lalu telah datang syaikh Musa Alu Nasr (murid utama Syaikh Albani) di masjid UGM untuk memberikan ceramahnya, saya melalui Ustadz Abu Sa'ad sebagai pengajar ponpres Jamilurrahman yogya, saya harus meminta bantuan beliau sebab beliau adalah panitianya untuk bisa menanyakan secara langsung dan mendengarkan Fatwa Syaikh Musa Alu nasr mengenai: 1. Hukum membuka tempat pengobatan Ath-Thibun Nabawiyah"ruqyah, bekam dan pengobatan herbal", 2. hukum ruqyah secara massal atau berjama'ah

Adapun fatwa syaikh Musa Alu Nasr mengatakan pada hukum membuka pengobatan Ath-Thibun Nabawiyah beliau memfatwakan BOLEH membukanya sebab mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat banyak sekaligus menghidupkan sunnah rasul.
Adapun fatwa Syaikh Musa Alu Nasr mengenai ruqyah massal beliau pun membolehkan sebab Syaikh Jibrin (dalam fatwa2 terkini tantang ruqyah juga membolehkan ruqyah secara berjama'ah) juga tidak mempermasalahkan ruqyah secara berjama'ah sebab pada hakikatnya mendengarkan Al-Qur'an baik secara sendiri-sendiri atau bersama sama memiliki keutamaan bagi penyembuhan penyakit hati atau penyakit fisik.
Wallau'alam

Fenomena Jin Catcher dan Mediumisasi dalam Ruqyah

Tuesday, March 17, 2020

๐Ÿ“–MENANGGAPI FENOMENA JIN CATCHER DAN MEDIUMISASI DALAM RUQYAH ๐Ÿ“–

Banyak orang belum faham perbedaan RUQYAH dengan NYAMBET...

Lebih GAWAT lagi jika yg belum faham masalah ini adalah peruqyah aktif yg hobi mengunggah proses ruqyahnya di medsos sambil praktek NYAMBET kepada mediatornya...

Nyambet istilah kerennya adalah MEDIUMISASI alias JIN CATCHER, alias mengundang dan memasukkan jin ke dalam tubuh MEDIATOR untuk ditanya-tanya dan "didakwahi"...

Sama seperti acara TV tengah malam (sudah punah) yg menyusuri tempat angker untuk dikuak jejak misterinya dgn memanggil jin agar bisa diwawancarai melalui tubuh mediatornya...

Di sini ada beberapa poin KRITIKAN yg saya susun mengenai praktek MEDIUMISASI alias tehnik JIN CATCHER yang sangat TIDAK relevan dengan RUQYAH SYAR'IYYAH ditinjau dari 3 sisi :

✏PERTAMA✏
Bertentantan dengan 3 prinsip dasar pengobatan nabawi (terkhusus bidang ruqyah syar'iyyah) :
๐Ÿ‘‰ Menjaga Kesehatan (ุญูุธ ุงู„ุตุญุฉ) : 

๐Ÿ‘‰ Mencegah datangnya penyakit 
(ุงู„ุญู…ูŠุฉ ุนู† ุงู„ู…ุคุฐูŠ)

๐Ÿ‘‰ Pengeluaran unsur perusak dari dalam tubuh (ุงุณุชูุฑุงุบ ุงู„ู…ูˆุงุฏ ุงู„ูุงุณุฏุฉ)

Dari 3 prinsip dasar di atas maka kita bisa ambil kesimpulan bahwa tehnik MEDIUMISASI adalah BATHIL..

Yakni jika memang pasien sudah sadar, jin sudah islam dan pergi (katanya), 
maka mengapa harus dibuka lagi portal ghaibnya dan dimasukkan lg jinnya ke dalam tubuh si "MANTAN PASIEN" ? 
Itu sama saja membiarkan saudara kita terus menerus dikuasai jin dengan mudahnya..

Orang yang pernah kena gangguan jin bukan suatu ALASAN yang CERDAS untuk dijadikan argumen pembenaran tehnik MEDIUMISASI,

Justru itu adalah sebuah penyesatan yg NYATA karena mengajarkan kepada khalayak ramai 3 poin BERBAHAYA yg bertentangan dengan prinsip dasar pengobatan nabawy, yakni :
๐Ÿ‘ŽTIDAK MENJAGA kesehatan jiwanya agar tidak dirasuki jin, 
๐Ÿ‘ŽTIDAK MENJAGA dirinya agar terhindar dari penyakit (dalam hal ini mencegah agar tidak kesurupan),
๐Ÿ‘Ždan TIDAK MENGELUARKAN UNSUR PERUSAK (dalam ranah ruqyah adalah pengeluaran dan penutupan unsur ghaib dari dalam tubuh)..

Maka dari kesimpulan di atas "mediumisasi" bisa dihukumi sebagai perkara yg menimbulkan bahaya yg lebih besar, dalam kaedah fiqhiyah hukum asal dari segala hal yg menimbulkan madharat/bahaya adalah HARAM :

ุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ู…ุถุงุฑ ุงู„ุชุญุฑูŠู…
(Al-Ashlu fil Madhaarri At-Tahriimu)

✏KEDUA✏
Bertentangan dengan kaedah berinteraksi dengan jin dan fatwa ulama, khususnya madzhab Syafi'i yang mengharamkan MENGUNDANG JIN untuk ditanya-tanyai perkara ghaib..

ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุงุณุชุนุงู†ุฉ ุจุงู„ุฌู† ููŠ ู‚ุถุงุก ุงู„ุญูˆุงุฆุฌ ูˆ ุงู…ุชุซุงู„ ุฃูˆุงู…ุฑู‡ ูˆ ุฅุฎุจุงุฑู‡ ุจุดูŠุก ู…ู† ุงู„ู…ุบูŠุจุงุช

"Tidak dibolehkan meminta tolong kepada bangsa jin untuk memenuhi keperluan, menuruti perintah, dan agar jin itu mengabarkan suatu perkara yang ghaib.." (ad-Durrul Fariid fi Syarhi Jauharoti at-Tauhid hal.255)

Dalam prakteknya sering kita temui orang yg "katanya" adalah PENDAKWAH DUA DUNIA melakukan mediumisasi untuk mendakwahi bangsa jin dengan memasukkannya ke tubuh mediator..

Namun nyatanya dia malah masuk ke dalam skenario drama jin, sehingga asyik bertanya tentang suatu perkara ghaib yang tak layak ditanyakan, contoh :

๐Ÿ˜ฒ"KAPAN DAJJAL AKAN DATANG ?"

Dan berbagai informasi lain yg sesungguhnya jin pun tidak akan pernah tau informasi tsb..

✏Ketiga✏
Mempercayai bahwa jin yang masuk ke dalam tubuh mediator adalah ROH LELUHUR atau ORANG SHALIH..

Ini sangat bertentangan dengan Aqidah Islam yg Allah ajarkan dalam Al-Quran bahwa orang yang sudah meninggal ruhnya akan tertahan dan tak mungkin bisa kembali ke dunia, apalagi merasuk ke tubuh manusia lainnya hanya untuk wawancara dengan mba Indah Ananta.. qiqi ๐Ÿ˜†

Allah Ta'ala berfirman :

ุญَุชَّู‰ٰ ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏَู‡ُู…ُ ุงู„ْู…َูˆْุชُ ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุงุฑْุฌِุนُูˆู†ِ (ูฉูฉ) ู„َุนَู„ِّูŠ ุฃَุนْู…َู„ُ ุตَุงู„ِุญًุง ูِูŠู…َุง ุชَุฑَูƒْุชُ ۚ ูƒَู„َّุง ۚ ุฅِู†َّู‡َุง ูƒَู„ِู…َุฉٌ ู‡ُูˆَ ู‚َุงุฆِู„ُู‡َุง ۖ ูˆَู…ِู† ูˆَุฑَุงุฆِู‡ِู… ุจَุฑْุฒَุฎٌ ุฅِู„َู‰ٰ ูŠَูˆْู…ِ ูŠُุจْุนَุซُูˆู†َ(ูกู ู )

 "Dan tatkala datang kematian kepada seorang diantara mereka, dia akan berkata "Ya Rabb kembalikan aku ke dunia supaya aku bisa beramal shalih pada waktu yg telah aku lewatkan".. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah kalimat dia sendiri yang mengatakannya, di di belakangnya ada dinding hingga hari kebangkitan.." (QS.Al-Mu'minun ayat 99-100)

Oleh karenanya saya pribadi selaku FOUNDER ARSYADA AL-FATTAH melarang KERAS praktek mediumisasi dalam ruqyah apapun alasan dan tujuannya..

Karena Ruqyah Syar'iyyah bukan mediumisasi..
Dan mediumisasi BUKAN ruqyah syar'iyyah..

Tugas kita adalah mendakwahi jin yg mengganggu di dalam tubuh saudara kita, BUKAN mengundang jin LUAR untuk masuk ke dalam tubuh manusia lalu kemudian didakwahi..

Arsyadaniyallahu wa iyyaakum
❤Muhibbukum fillah❤
✏Baba Musyaffa Muhammad Faizar ✏

๐ŸŒSokaraja, 2 Rajab 1439 H๐ŸŒ
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Roqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger