Ruqyah Anak Nakal

Saturday, February 2, 2019

RUQYAH ANAK NAKAL

Setiap orang yang meminta tolong ruqyah,
Pasti selalu mengadu untuk pembenaran.
Apalagi menyangkut keluarga serta anak-anak.

Bila punya buah hati yang bandel,
Nakal nggak ketulungan,
Keluyuran tiap malam,
Sering bolos sekolah,
Selalu membantah orang tua,
Diminta solat aja ngeyel minta Ampun,
Siapa orang tua yang tidak stress ??
Pasti deh pusing pala berbie dan tujuh keliling.

Beberapa Hal kenakalan remaja membuat emosi orang tua,
Tidak habis pikir melihat kondisi anak,
Berbagai upaya di lakukan,
Baik secara halus atau kasar sekalipun, seperti :
Ancaman
Intimidasi
Fisik
Pukulan
Pembatasan aktivitas
Pengurangan uang jajan
Dsb.

Apakah sepenuhnya salah anak ?

Mungkin contoh kondisi masalah di bawah ini bisa menjadi renungan.

* suatu ketika datang ke rumah Terapi GTQ satu keluarga lengkap,
Suami - istri beserta beberapa anaknya,
Minta Ruqyah sekeluarga terutama kusus untuk anaknya.
Ayahnya mengadukan tingkah polah anaknya yang super bandel.
Maklum anak ABG,
Masih kelas 3 smp,
Suka bolos sekolah
Keluyuran malam
Balap liar
Ikut pergaulan nakal
Membantah orang tua
P4 ( Pergi Petang Pulang Pagi )
Apalagi ibadah, ingat aja nggak, apalagi melaksanakan.

Sebelum mulai proses ruqyah,
Saya ajak terlebih dulu anaknya,
Ngalor ngidul mengajukan pertanyaan,
Bisa dijawab juga dengan lugas.

Selama proses Ruqyah,
Tidak ada tanda frontal atau reaksi keras,
Kami istirahat kan sambil kami pijit beberapa titik tertentu.
Tetap saja tidak ada reaksi yang menghebohkan.

Kami bertanya keseharian ayahnya,
Bila kerja pulangnya larut malam,
Lebih banyak aktivitas di luar,
Jarang santai bersama keluarga,
Tahunya kondisi rumah harus beres.

Kita tanya : pak, berapa kali membelai rambut anak dan bercanda ?
Jawab : jarang pak.

Kami lanjutkan jawab :
Tahu tidak pak,
Kalau anak bapak itu cari perhatian,
Apa yang dia perbuat dari kenakalan nya tidak lain karena ingin di perhatikan.
Anak bapak itu lho bingung,
Teman-teman di sekolah pada asyik cerita mengenai ayah mereka,
Pada bangga punya ayah penuh kasih sayang,
Sedangkan anak bapak minder,
Apa yang bisa di banggakan dari ayahnya,
Bercengkerama tidak,
Saling bercanda nggak,
Bersama-sama pun jarang,
Maka dia cari pelarian agar di perhatikan.

Mendengar penuturan kami,
Si ayah terdiam,
Mukanya tegang,
Si anak berlinang air mata,
Nggak tahu lagi mau bagaimana.

Akhirnya kami mediasi agar si bapak meminta maaf,
Susasana pun cair,
Setelah itu,
Kami pun berharap keluarganya lebih harmonis.

*Besok nya ada lagi kondisi yang sama,
Orangtua mengadukan kenakalan anaknya,
Wes lah,
Langsung sesi konseling saja,
Begitu kami selesai terapi,
Kami katakan pada ortunya,
" Pernah tidak pak,
Anda memberikan kepercayaan penuh kepada anak,
Anak anda ini pintar,
Tapi jarang di hargai.
Kebaikannya jarang anda sebut,
Tapi kalau sudah melakukan kesalahan,
Anda ceritakan semua kesalahan anak anda pada semua tetangga sehingga jadi bahan gunjingan,
Sehingga membuat dia merasa tidak betah dirumah dan tidak mau patuh terhadap orang tua.

Mendengar itu,
Si anak cuma sesenggukan aja,
Ortunya malah bengong,
Di kira bisa dapat pembelaan,
Malah dapat mediator netral,
Akhirnya lagi-lagi orang tuanya kami suruh minta maaf.

*Berikutnya ada lagi kejadian serupa,
Orangtua mengadu kekurangan anak nggak ada habisnya,
Nggak mau sholat pak ustadz,
Melawan mulu sama orang tua,
Pernah malah ngajakin berantem sama ortu sendiri,
Kagak mau nikah / berkeluarga,
Sering bengong dan melamun,
Suka menyendiri dan ngomong sendirian,
Kita kan kawatir dia kenapa-napa.

Okelah,
Lanjut lagi Ruqyah Tazkiyah,
Selesai sudah prosesnya,
Giliran kita yang jadi penyidik
He he.

Bapak solat 5 waktu nggak ?
Nyengir juga bapak itu jawab : kadang - kadang pak
Lho kok bisa nyuruh-nyuruh anaknya solat ?
Bapak : kalau udah bejat, ya cukup saya saja sih pak,
Anak saya jangan kayak bapaknya.

Wow,
(ngayal nih yee, gerutu kami dalam hati )
Pak, yang pertama anak ini tertekan,
Setiap aktivitas selalu bapak kontrol dan tentukan,
Dia tidak punya kebebasan menjalankan hidupnya sendiri,
Setiap orang punya visi dan misinya,
Mereka memiliki kreativitas dan dan rasa nyaman dalam berkarya,
Tidak mesti anak pejabat, dia harus jadi pejabat juga,
Banyak yang milih jadi pengusaha atau aktivitas lainnya,
Lalu dalam ibadah,
Perbuatan anda itu jadi dalil atau alasan anak untuk membantah,
Lha wong nggak sholat kok nyuruh-nyuruh,
Jadinya ya berantem.

Si bapak cuma manggut-manggut mesem dan nyengir,
Di tambah agak bengong dengerin ceramah kepanjangan.

Kisah diatas hanya beberapa kejadian saja,
Masih banyak kisah pilu dari setiap tamu yang datang ke Rumah GTQ.
Ada saja cerita pribadi :
1. Tidak diakui sebagai anggota keluarga.
2. Anak kandung bagai anak tiri.
3. Tidak pernah dihargai apapun kebaikannya.
4. Dikucilkan oleh semua anggota keluarga termasuk oleh ortunya.
5. Didekati ketika ada maunya, terutama kalau butuh uang saja.
6. Menanggung beban psikis karena keluarga broken home
7. Dibedakan kasih sayang diantara saudara.
8. Nombokin hutang orang tua yang gemar Cari pinjaman tidak jelas.
9. Di kejar debt collector karena sengketa hutang yang tidak diketahui.
Dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa ditulis.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bijak,
Setiap keburukan akan kembali kepada diri kita sendiri.

Teringat Seperti yang terjadi di zaman Khalifah ‘Umar ibn Khaththabradhiallahu ‘anhu.
Seseorang pernah datang kepada ‘Umar ibn Khaththab radhiallahu ‘anhu dan mengadukan anaknya,
“Anakku ini benar-benar telah durhaka kepadaku.”
Umar ibn Khaththab pun berkata kepada sang anak,
“Apakah engkau tidak takut kepada Allah dengan durhaka kepada ayahmu, Nak?
Karena itu adalah hak orang tua,”
“Wahai Amirul Mukminin,
Bukankah anak juga punya hak atas orang tuanya?”
balas sang anak membela diri.
“Benar,
haknya adalah memilihkan ibu yang baik,
memberi nama yang bagus,
dan mengajarkan Al-Kitab (Al-Quran).”
“Demi Allah,
1. ayahku tidak memilihkan ibu yang baik.
Ibuku adalah hamba sahaya jelek berkulit hitam yang dibelinya dari pasar seharga 400 dirham.
2. Ia tidak memberi nama yang baik untukku.
Ia menamaiku Ju’al.
3. Dan dia juga tidak mengajarkan Al-Quran kepadaku kecuali satu ayat saja.”
Ju’al adalah sejenis kumbang yang selalu bergumul pada kotoran hewan.
Bisa juga diartikan seorang yang berkulit hitam dan berparas jelek atau orang yang emosional.
( Al-Qamus Al-Muhith, hal. 977).
‘Umar menoleh ke sang ayah dan berkata,
“Engkau mengatakan anakmu telah durhaka kepadamu tetapi engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu.
Enyahlah dari hadapanku!”
(As-Samarqandi, Tahbihul Ghafilin, 130)

Semoga beberapa keadaan diatas memberikan Ibrah dan Hikmah bagi semua orang tua,
Untuk selalu muhasabah dan koreksi diri.
Banyak kesimpulan yang di petik :
1. Keluarga lebih utama daripada Harta
2. Kebersamaan anggota keluarga menjadi keharmonisan rumah tangga.
3. Kepala keluarga harus pandai membagi pekerjaan dan keluarga.
4. Jangan terlalu mudah menyalahkan keadaan seseorang.
5. Tidak perlu menuntut kesempurnaan karena setiap orang punya keahlian tersendiri.
6. Anak yang baik juga hasil didikan orang tua yang baik.
7. Sikap anak adalah cerminan dari orang tuanya.
8. Pendidikan utama bagi buah Hati ada dirumah dan keluarga, bukan sekolahan, tempat penitipan anak atau baby sister.
9. Berikan contoh kebaikan pada buah hati melalui amalan, bukan hanya lisan.
10. Anak lebih cepat merekam dari perilaku orang tua, bukan nasihat atau ceramah yang panjang.
11. Bila anak dianggap nakal dan bandel, segera muhasabah, adakah tingkah laku anda masih salah ?
13. Berikan kepercayaan pada anak untuk kreatif selama masih di jalur syar'i.
14. Tidak boleh membicarakan kejelekan anak atau keluarga pada orang lain, karena sama saja dengan menceritakan aib sendiri.
15. Semua pendidikan juga tergantung niatnya, jika niatnya hanya ngirit, efisien atau terpaksa, walau dimasukkan pesantren pun setelah lulus tidak ada bedanya.
16. Anak itu amal shaleh orang tua,
Utamakan akhirat,maka dunia pasti dapat.

Barakallah semuanya,
Semoga kita menjadi orang tua yang shaleh dan shalehah.

RUQYAH MILIK UMMAT
BUKAN MILIK USTADZ
------------------------------------------
https://www.facebook.com/GriyaTazkiyahQurani/?eid=ARD45VmzD3bNe5NjQqoBruB4XsWVh-nHU6ynBqXxgTK5NgppF7iLBv8I5a7lCu02Upo6v5KZH2RDf45q&fref=tag

Perbedaan Antara Hasad dan Ain

Friday, January 11, 2019

PERBEDAAN ANTARA ‘HASAD DAN ‘AIN

Mayoritas orang dibuat bingung dengan perbedaan antara hasad dan ‘ain. Padahal, perbedaan antara keduanya sangatlah jelas, segala puji hanya bagi Allah.

Pertama: Pendengki (al-haasid) lebih umum dari orang yang menimpakan ‘ain (al-‘aa’in). Seorang pendengki belum tentu juga sebagai penebar ‘ain. Kadang seseorang mendengki orang lain tanpa menimpakan ‘ain padanya; atau tanpa mencelakakannya. Hal itu dikarenakan dengki adalah penyakit hati yang membuat penderitanya merasa iri tatkala melihat banyaknya nikmat yang diberikan pada orang lain, dan ia mengharap agar nikmat tersebut hilang dari orang itu. Iadi, penyakit hasad bersarang di dalam jiwa yang dengki lagi busuk. Karena itu, dalam surat Al-Falaq disebutkan permohonan perlindungan (isti‘adzah) dari pendengki. Bila seorang muslim memohon perlindungan dari keburukan pendengki, maka otomatis sudah termasuk memohon perlindungan dari keburukan orang yang menimpakan ‘ain. Inilah bukti universalitas dan kemukjizatan Al-Qur‘an. Adapun ‘ain, terkadang ia juga berasal dari orang yang shalih.

Kedua: Ada kesamaan dalam beberapa hal antara hasad dan ‘ain. Begitu pula ada beberapa hal yang berbeda antara keduanya.

1. Sumber perkara. Dengki bersumber dari terbakarnya hati karena melimpahnya nikmat atas orang yang didengki, sehingga si pendengki mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki. Sedangkan ‘ain, sumbernya adalah ketakjuban dan kekaguman. Karenanya, terkadang ‘ain bisa menimpa benda mati, seperti: hewan, pohon, atau harta benda. Terkadang pula ‘ain bisa mengenai anak-anaknya,  istrinya, atau bahkan dirinya sendiri. Maka tatkala seseorang menatap sesuatu dengan tatapan mata yang tajam dan penuh rasa takjub; disertai dengan perasaan jiwa yang dapat mengadaptasikannya, lalu dibidikkan pada obyek, maka haI  itu akan membekas pada obyek ‘ain yang dibidik.

2. Pendengki bisa mendengki sesuatu yang diprediksi bakal  terjadi, sebelum sesuatu itu terjadi. Sedangkan penebar ‘ain hanya dapat mengarahkan ‘ain terhadap sesuatu yang sudah ada.

3. Pendengki mengkondisikan dirinya, dan mengarahkan pandangan jiwanya pada yang ia dengki, baik orang itu ada di hadapannya ataupun tidak. Sebab, dengki berasal dari jiwa yang busuk namun kuat. Sedangkan penebar ‘ain, maka jiwanya mengkondisikan sedemikian rupa saat bertatap muka dengan sasaran ‘ain atau saat melihatnya.

Sumber:
📚Al Ilaj bil Qur'an: ma'a qashash. "Hishah binti Rasyid al Mazyad"

✍ulang oleh Abu Azka

Bahaya Penyakit Ain

💦 *Bahaya Penyakit ‘Ain (Pengaruh Pandangan Mata Dengki atau Takjub)*

Percakapan yg mengandung pengaruh 'Ain

 Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”

Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”

Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.

Apa itu Penyakit ‘Ain?

Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.

Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘Ain. Yang paling rentan terkena penyakit ‘Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.

Dari Ilustrasi kasus di atas, terlihat jelas bahwa Ibu A tengah menceritakan tentang kepintaran anaknya kepada Ibu B. Namun, kondisi anak Ibu B tidaklah lebih baik dari Si A. Secara tersirat, Ibu B merasa iri dengan perkembangan Si A yang bagus. Dari perbincangan inilah, panah hasad mengenai si A. Sehingga, menyebabkan malamnya si A rewel. Padahal, dari lisannya meluncurkan pujian, namun disertai rasa dengki, yang tentu saja, setan turut berperan dalam membidikkan panah ‘Ain, hingga mengenai sasarannya.

Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ‘ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu ‘ain insi atau ‘ain yang berunsur manusia, dan ‘ain jinni atau ‘ain yang berunsur jin.

Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain.

Apakah Penyakit ‘Ain Benar Adanya?

Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam”(Imam Ahmad)

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?

Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yan

g jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.

Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.

Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”

Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)”.” (QS. Al-Qalam : 51).

Imam Al-Qasthalani berkata : Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya!!

Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena ‘Ain?

A. Pada Orang Dewasa Yang sehat Jasmani

1.) Kepala pusing

2.) Wajah yang menguning

3.) Banyak berkeringat

4.) Banyak Kencing

5.) Sering ingin muntah dan menguap

6.) Sedikit tidur atau banyak tidur

7.) Tidak mempunyai nafsu makan

8.) Basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.

9.) Nyeri pada bagian punggung dan antar kedua pundak

10.) Tidak bisa tidur pada waktu malam

Tanda – tanda di atas terkadang ada baik semua maupun sebagian, tergantung pada kekuatan ‘ain tersebut dan banyaknya oran

g yang menyebabkan penyakit ‘ain, sebagaimana tanda – tanda ini juga terdapat pada orang yang tidak terkena penyakit ‘ain atau karena orang tersebut dijangkiti penyakit medis pada anggota badan atau jiwanya.

B. Pada Bayi, Balita dan Anak – anak

1.) Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung hentiAisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2.) Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas

3.) Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas

4.) Kondisi tubuh yang sangat kurus kering. Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).

*Perbedaan ‘Ain dengan Sihir*

1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir
2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untukmencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri
4.Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sdangkan al-‘Ain bisa mlesat dari mata orang yang SHALEH
5.Saking bahayanya al-‘Ain sampai2-sampaiRasulullah bersabda :
أكثر من يموت من امتي بعد قضاء الله و قدره بالعين
“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat” (HR.Bukhari)

Indikasi Penyakit karena ‘ain menurut ‘ulama’
1. Rasa sakit yg berpindah – pindah di badan
2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan
3. Penyakit asma
4. Lumpuh mendadak
5. Mandul
6. Diabetes
7. Tekanan darah tidak stabil
8. Datang bulan tidak teratur
9. Beberapa penyakit dalam seperti usus
10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb

Ciri-ciri seseorang yg sudah terkena ‘ain
* Kepala pusing
* Rasa sakit kepala yg berpindah-pindah
* Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam
* Banyak keluar keringat
* Sering buang air kecil
* Sering ingin muntah
* Tidak ada nafsu makan
* Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan
* Kesemutan
* Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh
* Jantung berdebar
* Rasa sakit yg berpindah-pundah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu
* Rasa sedih
* Dada sesak
* Berkeringat di malam hari
* Rasa takut yg berlebihan
* Temperamental
* Sering cegukan
* Sering menguap dan Mendesah
* Menyendiri dan suka mengurung diri

* Rasa lemas dan malas
* Rasa ingin tidur terus atau sedikit tidur
* Susah tidur malam
* Badan kurus/susah gemuk
* Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yg jelas dan sulit diobati scara medis
*Gatal-gatal pada kulit
*Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur

(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa)

Bagaimana Upaya Orang Tua Agar Anak Terhindar Dari Penyakit ‘Ain?

1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu allaihi wa sallam memohon perlindungan ALLAH untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”

“Aku berlindung kepada ALLAH untuk kalian berdua dengan kalimat – kalimat ALLAH yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam

elalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ain. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

Kemudian beliau mengingatkan,

وننبه إلى أن بعض الناس يستسلم للوساوس والهواجس ، ويظن أنه سيصاب بالعين كلما رزق نعمة ، أو جاءه خير ، وهذا من الضعف والعجز ، فإن المؤمن لديه من الأسلحة ما يتحصن بها من شر العين والحسد والسحر ، فعليه أن يتوكل على ربه ، ويعتصم به ، ويداوم على الذكر الواقي من تلك الشرور

”Kami ingatkan, sebagian orang telah menjadi korban was-was dan bisikan. Dia selalu dihantui dengan perasaan seolah terkena ain ketika mendapat rizki atau mendapat kabar baik. Semacam ini termasuk kelemahan mental. Karena setiap mukmin memiliki senjata yang bisa dia gunakan untuk melindungi dari ain, hasan dan sihir. Karena itu, selayaknya dia bertawakkal kepada Allah, memohon perllindungan kepadanya, dan merutinkan dzikir sebagai benteng dari semua kejahatan tersebut.” (Fatwa Islam, no. 122272)

Sikap Terbaik Dalam Menyikapi Bahaya ‘Ain

Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya ‘ain memiliki pengaruh besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan ijin ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah ‘ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari ‘ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh ‘ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Ini termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk ‘ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam bishawb

✏Abi Dzaki (Mishbahul Khoir)

Terapi Wanita yang Dicintai Jin

Tuesday, November 27, 2018

■TANDA - TANDA WANITA YANG DI CINTAI JIN■
■ Sering bermimpi dikunjungi oleh seorang lelaki.
Kebanyakan wanita yang dicintai oleh jin akan sering bermimpi ditemui atau bertemu dengan seorang pria dalam mimpinya. Wujud pria dalam mimpi tersebut akan menyerupai orang yang sudah anda kenal.Dalam mimpi seorang wanita barangkali hanya berpandangan saja ataupun sekadar berta'aruf dengan sosok lelaki itu, tetapi ada juga yang sampai bercinta dengannya bahkan bersetubuh.
■ Dikunjungi sosok makhluk yang ganjil.
Wanita yang dicintai jin sering dikunjungi oleh sosok makhluk ganjil, orang yang tidak dikenal, ataupun orang yang mirip dengan suaminya.
■ Terdapat suatu yang bergerak di area kemaluan.
Salah satu ciri seorang wanita dicintai oleh jin ialah di area kemaluannya terdapat sesuatu yang bergerak sehingga menimbulkan rasa gatal dan birahi yang sangat bergejolak.
■ Mudah jatuh cinta pada setiap lelaki.
Ciri jin jatuh cinta terhadap kita ialah, kita mudah kasmaran terhadap setiap pria yang ditemukan.
Meski kita sudah memiliki suami.
Hal – hal inilah yang menyebabkan seorang wanita berselingkuh dengan pria yang lain.
■ Terdapat sesuatu yang bergerak di atas tubuh.
Apabila seorang wanita pernah merasakan ada suatu ataupun barang yang bergerak di atas badannya berarti wanita itu sudah dicintai jin.
■ Terasa ada yang mengintai.
Seorang wanita yang dicintai jin biasanya merasa seperti ada yang mengawasi.
■ Malas menunaikan sholat.
Wanita yang dicintai jin biasanya malas melaksanakan ibadah.
■ Tubuh terasa lemas.
Seseorang yang dicintai jin biasanya sering merasa tiba-tiba lelah, lemas padahal tidak melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
■ Sakit di area kepala.
Tiba-tiba merasakan sakit kepala secara mendadak.
■CARA MEMUTUSKAN HUBUNGAN CINTA DENGAN JIN■
Yang harus mengucap ikrar ini adalah :
□ Akhwat yang jomblo akut/jomblo menahun.
□ Akhwat yang selalu gagal ketika hendak nikah.
□ Disihir oleh seseorang agar tidak bisa menikah {jodohnya tertutup sihir}.
□ Sering mimpi bersetubuh dengan jin.
□ Ketika tidur merasa disampingnya ada sosok ghoib yang menjaga.
□ Pernah bermimpi menikah dengan makhluk ghoib atau sosok manusia.
□ Diancam oleh seseorang yang kita tolak cintanya.
Contoh ancamannya "Kamu tidak akan dapat menikah dengan siapapun".
TATA CARA IKRAR :
ACUNGKAN 1 JARI TELUNJUK KELANGIT.
¤ Jika anda dicintai, disetubuhi oleh Jin
Ucapkan Ta'awudz dan shalawat nabi 3 kali.
Lalu ucapkan dengan tegas !
" IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN"
"YA ALLAH, BAHWA DIRI SAYA DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SAYA MEMUTUS HUBUNGAN LAHIR BATHIN DENGAN JIN YANG MENCINTAI SAYA SECARA SEMPURNA.
JIKA JIWA SAYA PERNAH TANPA SADAR DINIKAHKAN SECARA GHOIB DENGAN SEGOLONGAN JIN DENGAN INI SAYA MENGIKRARKAN MENOLAK PERNIKAHAN ITU.
YA ALLAH JADIKANLAH WAJAH DAN TUBUH SAYA AMAT JELEK DIMATA JIN ITU, JADIKANLAH TUBUH SAYA MENJADI AMAT PANAS UNTUK DISENTUH OLEH JIN MANAPUN JUGA. DENGAN IZINMU YA ALLAH, TERLEPAS SEMUA HIJAB DAN BUHUL SIHIR YANG ADA TUBUH FISIK DAN JIWAKU.
AAMIIN YA ALLAH".
Ucapkan sampai 3 kali lalu dekatkan kedua telapak tangan kemulut dan bacalah :
1. Al Fatihah,
2. Ayat kursi,
3. Al Ikhlas,
4. Al Falaq dan
5. An Naas 3 kali setiap selesai 1 surat dihembuskan ke kedua telapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh dimulai dari kepala 3 kali usapan. Leher, dada, perut, tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan dan kiri sebanyak 3 kali.
Lalu ambil air 1 gelas dekatkan gelas kemulùt. bacakan :
1. Al fatihah,
2. Ayat kursi,
3. Al Ikhlas,
4. Al Falaq
5. An Naas sebanyak 3 kali.Setiap selesai baca satu surat hembuskan nafas kedalam air lalu minum baca bismillah pake tangan kanan.
¤ Jika anda disihir oleh manusia atau orang yang pernah menyukai anda namun anda tolak cintanya atau mantan anda.
Ucapkan Ta'awudz dan Sholawat nabi 3 kali.
Lalu ucapkan dengan tegas !
IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN
"YA ALLAH, BAHWA DIRI SAYA DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SAYA MEMUTUS HUBUNGAN LAHIR BATHIN DENGAN ........... (sebutkan nama orangnya) YANG MENYUKAI SAYA SECARA SEMPURNA.
JIKA JIWA SAYA PERNAH TANPA SADAR DINIKAHKAN SECARA GHOIB DENGAN .......... (sebutkan nama orangnya) DENGAN INI SAYA MENGIKRARKAN MENOLAK PERNIKAHAN ITU.
"DENGAN IZINMU YA ALLAH, TERLEPAS SEMUA HIJAB DAN BUHUL SIHIR YANG ADA TUBUH FISIK DAN JIWAKU. AAMIIN YA ALLAH"
Ucapkan sampai 3 kali lalu dekatkan kedua telapak tangan kemulut dan bacalah :
1. Al Fatihah,
2. Ayat kursi,
3. Al Ikhlas,
4. Al Falaq,
5. An Naas 3 kali setiap selesai 1 surat dihembuskan ke kedua telapak tangan lalu ucapkan keseluruh tubuh dimulai dari kepala 3 kali usapan. Leher, dada, perut, tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan dan kiri sebanyak 3 kali.
Lalu ambil air 1 gelas dekatkan gelas kemulut. bacakan :
1. Al Fatihah,
2. Ayat kursi,
3. Al khlas,
4. Al Falaq
5. An Naas sebanyak 3 kali setiap selesai membaca satu surat hembuskan nafas kedalam air lalu minum baca bismillah pake tangan kanan.
SILAHKAN DI SHARE BIAR BERMANFAAT.

Ciri-Ciri Jin Sesuai dengan Al Quran dan Hadits

CIRI-CIRI JIN SESUAI DGN AL QUR'AN & HADITS

1. Jin punya misi hidup yang sama dengan manusia. Allah menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. (QS. adz-Dzariat :56)

2. Jin diciptakan dari percikan api yang sangat panas, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an.
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَار
ٍ“Dan dia (Allah) menciptakan Jin dari percikan api neraka”. (QS. ar-Rahman :15)

3. Jin adalah ummat seperti halnya manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan ada yang kafir. Mereka bertingkat tingkat, seperti yang dijelaskan oleh Allah
, وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang sholeh dan di antara kami ada yang tidak demikian kami berbeda beda jalan hidup kami”. (QS. al-Jin :11)
Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:
وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.” (QS. Al-Jin: 14)

4. Jin adalah satu bangsa yang besar dan terbagi bagi, sehingga Iblis termasuk salah satu bangsa jin.
Dalilnya Al Qur’an :
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلً
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang orang yang zalim.” (QS. Al-Kahfi : 50)

5. Jin bisa melihat wujud asli manusia sedangkan manusia tidak bisa melihat wujud asli Jin, kecuali kalau dia menampakkan diri (berubah wujud).
Seperti yang difirmankan Allah,
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya dia (Iblis) dan bangsanya bisa melihat kalian wahai manusia dan kalian tak bisa melihat mereka”. (QS. al-A’raf 7:27).
Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anJing atau ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka (hewan tersebut) melihat apa yang tidak bisa kalian lihat.” (HR. Abu Daud).

6. Gangguan Jin itu mushibah. Orang mukmin yang terkena gangguan Jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah, maka kita harus membantunya dan jangan mencibir atau mengucilkannya. Gangguan Jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi, maka tak akan terjadi.
Jika Dia menghendaki, maka terjadilah.
وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
“Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah.”. (QS. al-Baqarah :102).

7. Kesurupan Jin pada manusia itu benar adanya, bukan mitos atau takhayul. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim)

8. Gangguan Jin pada manusia merupakan perbuatan zhalim. Gangguan Jin terhadap manusia dengan masuk ke dalam jasadnya adalah tindakan zhalim yang harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi.
Rasulullah bersabda, “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi, para shahabat bertanya : ‘Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?’ Jawab Beliau, “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Jin makhluk ghaib tapi tidak mengetahui segala keghaiban. Jin walaupun masuk dalam kategori makhluk ghaib, tapi tidak serta merta mereka tahu segala yang ghaib. Mereka punya keterbatasan seperti halnya manusia. Jin mengakui sendiri akan kelemahan dan keterbatasan mereka tersebut seperti yang diberitakan Allah dalam al-Qur’an:
وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
“Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui
apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka”.(QS. Al-Jin :10)

Di ayat yang lain Allah menyatakan,
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِين
ِ“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, Jin baru mengetahuinya. Kalau sekiranya mengetahui hal yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”. (QS. Saba’:14)

Jin adalah makhluk yg penuh dengan kedustaan, pendusta ulung, dan dia pulalah yg sering menampakan dirinya sebagai manusia yg sdh meninggal, sebagai pocong, tuyul, atau makhluk-makhluk halus lainnya, yg kesemuanya bertujuan utk menggelincirkan dan menyesatkan manusia.
Demikian sepintas tentang ciri-ciri dari Jin, mudah-mudahan bisa menambah wawasan pengetahuan kita dan menjadikan kita semakin "kecil" di hadapan Allah SWT.
Barakallahu...

Note :
Diambil dari berbagai sumber.

Link:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2051071678269845&set=a.886794174697607&type=3&theater

Ketika Cinta ditolak, maka Dukun pun bertindak

□Ketika Cinta ditolak, maka Dukun pun bertindak□
Begitulah kira-kira yang menimpa seorang pasien pagi itu.

Sebut saja Sofia 31th seorang karyawati yang menduduki posisi cukup mentereng di sebuah perusahaan swasta di Jawa Tengah.

Sejak 7 tahun yang lalu mengalami banyak keanehan didalam dirinya. Berkali-kali menjalin cinta dengan laki-laki tapi selalu kandas di tengah jalan. Banyak hal yang membuat cinta selalu putus di tengah jalan.

Dalam rentang waktu 7 tahun 7 kali cintanya kandas dan berakhir dengan goresan luka yang dalam. Ada sebuah cerita yang sangat tidak masuk akal, yakni ketika hari pernikahan sudah ditentukan oleh kedua keluarga mendadak calon mempelai laki-laki membatalkan lamaran serta pernikahannya.

Mengapa laki-laki itu mengurungkan niatnya meminang Sofia ??

Alasannya hanya sederhana. Laki-laki itu merasa mual jika berdekatan dengan Sofia. Dari badan Sofia sering tercium bau amis dan busuk. Bahkan terkadang disela-sela candanya Sofia tertawa layaknya seorang kakek.

Waktu terus berlalu.
Sofia pun kembali merajut cinta dengan Dedy, rekan kerja di kantornya, itu pun hanya seumur jagung.Ketika hubungan mereka sudah direstui oleh kedua keluarga besarnya,cinta mereka pun pudar dan akhirnya bubar.

Apa yang terjadi hingga Dedy memutuskan cinta Sofia ??
Sementara mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu demi menyongsong saat-saat indah dipelaminan. Sejak beberapa hari terakhir ini Dedy hatinya merasa tidak nyaman dan bimbang untuk melanjutkan hubungan dengan Sofia.
"Wajah Sofia sering terlihat aneh dan menakutkan. Ku akui Sofia itu memang cantik, tapi terkadang wajahnya berubah layaknya nenek-nenek tua, kulit wajahnya keriput dan nafasnya bau busuk",tutur Dedy singkat.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah aneh yang menyebabkan cinta Sofia kandas ditengah jalan.
Pagi itu Sofia diantar oleh rekan kerjanya datang ke rumah saya untuk sekedar konsultasi atas masalah yang menghantui hari-harinya sekaligus minta ruqyah.

Konsultasi usai, lalu ruqyah pun kita mulai.

Masya Alloh,
Sepanjang proses ruqyah Sofia mengalami reaksi begitu hebat.
Ruqyah saya hentikan sejenak untuk diagnosa ulang.Saya berusaha untuk mengorek keterangan darinya sebanyak mungkin. Barangkali saja masih ada sesuatu yang tersembunyi di rongga dadanya.

Ternyata benar perkiraan saya.Sambil sesunggukan Sofia bertutur tentang sepenggal kisah cinta masa lalunya. Sekitar 7 tahun yang lalu dia merajut cinta dengan Heru, seorang pemuda dari kampung sebelah. Ternyata Heru itu hanya seorang pedagang mei ayam keliling. Sofia merasa malu jika kelak harus menikah dengan pemuda miskin. Akhirnya Sofia menepiskan cinta Heru karna merasa bahwa status sosial mereka jauh berbeda.Heru sangat malu dan kecewa atas sikap serta perlakuan Sofia.

"Teganya kau putuskan cinta kita Fia ? Bukankah dulu kau yang memulai kisah ini ? Bukankah dulu kau yang memohon dan mengharap cintaku ? Tapi kini setelah cintaku bersemi, kau campakkan diriku hanya karna aku ini pemuda miskin",keluh Heru itu dalam hati.

Hati Heru remuk redam, hancur berkeping-keping, terasa perih bagai tersayat sembilu.Dia berusaha mengumpulkan koin demi koin untuk persiapan biaya pernikahan,tapi ditengah jalan sketsa cintanya dihapus begitu saja oleh Sofia.

Heru hanya pasrah atas takdir yang menimpanya,dalam kegalauan dia mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya di Kampung sebelah.Tapi entah setan dari mana yang merasuki hatinya untuk memberi pelajaran kepada seseorang yang pernah singgah dihatinya.

Terhalang Jodoh karena Perkataan "Nikah nanti saja"

*Terhalang Jodoh karena Perkataan "Nikah nanti saja"*
oleh Muhammad Hafidz

Seorang ibu datang bercerita tentang anaknya yang sudah berusia 30 tahun lebih belum menikah. Sang ibu yang sayang dengan anaknya bercerita bahwa anaknya kemungkinan jauh jodoh atau di sihir oleh seseorang.

Setelah mendengar cerita ibu nya, kami menanyakan kepada mba nya apakah benar ?

Iya ustadz saya merasa begitu.

Baik mba saya ingin bertanya apakah mba pernah berucap nikah nanti saja ?

Mba itu malu2 menjawab, iya,

Kami tanyakan kembali, kenapa mba ?

Dia menjawab, ya belum siap aja tadz ,

Nah ini yang membuat jodohnya tidak datang, bukan karena sihir dan lainnya tetapi dari mba nya sendiri

Setelah itu kami meminta beliau mentaubati kata2 beliau. Lalu kami bacakan ayat2 Al Quran.

Seketika beliau muntah2 sangat banyak sekali.

Setelah selesai ruqyah kami tanyakan beliau apa saja yang di rasa tadi, beliau berkata tadi sewaktu di bacakan ayat2 ruqyah saya merasa ada yang naik ke atas kemudian muntah2 sendiri.

Alhamdulillah mba itulah selama ini syaiton yang ada dalam diri mba

Saat ini taubati terus kata2 itu dan kemudian carilah pasangan yang agama nya baik dan ahlaknya baik

-----------------------------------
repost oleh Ruqyah Syar'iyah Multazam Gunung Anyar Surabaya 085732755111


Sumber:
http://www.kisahruqyah.com/2018/10/jauh-jodoh-karena-perkataan-nikah-nanti.html
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Roqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger