Hadits Baku Hantam dengan Jin Penampakan

Tuesday, August 27, 2019

*BAKU HANTAM DENGAN JIN PENAMPAKAN*
-----------------------------
🤛Di suatu malam Rasulullah shalat, lalu Jin Ifrit menampakkan diri, lalu beliau berdoa "Aku berlindung kepada Allah", setelah itu beliau MENCEKIKNYA (HR Bukhari & Muslim)
🤛Khalid bin Walid R.a ditugaskan Nabi untuk menghancurkan berhala Uzza. Lalu beliau pergi ke sebuah kampung dan menemukan bahwa Uzza adalah Setan perempuan telanjang berambut acak-acakan, Khalid lalu MENUSUKNYA dengan pedang (HR Abu dawud)
🤛Ammar bin Yasir R.a mengambil air di sumur, lalu Setan menampakkan diri. Beliau bergulat dengan Setan itu dan MENGHANTAM hidungnya dengan batu (Riwayat Baihaqi)
🤛Sesosok Jin pernah muncul di depan Imam Mujahid, lalu beliau MENGEJARNYA sampai Jin itu jatuh. Beliau berkata "Kalau kamu takut, mereka akan menguasaimu. Untuk itu bersikap kasarlah" (Riwayat Ibnu Abi Dunya)
🤛Dari Ibnu Abbas, beliau bercerita "Ketika Ibrahim berhaji, tiba-tiba Iblis menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah Aqobah. Lalu Ibrahim MELEMPAR Iblis itu dengan 7 batu, hingga iblis masuk ke tanah. kejadian itu berulang 3 kali. Ibnu Abbas berkata : “Itulah Ajaran agama ayah kalian, yakni melempar Jumroh" (HR. Ibnu Khuzaimah & hakim)
🤛Ibnu Zubair R.a meriwayatkan bahwa ia melihat sesosok jin laki-laki tapi tingginya hanya sejengkal (sekitar 30 cm). Lalu Ibnu Zubair bertanya : “Makhluk apa kamu ?” lalu Makhluk itu menjawab : “Saya Izib”. Ibnu Zubair bertanya lagi : “Apa itu Izib ?” Makhluk itu menjawab : “Izib ya Izib !”. Lalu makhluk itu DIPENTUNG Ibnu Zubair dengan tongkat sampai makhluk itu lari terbirit-birit. (Al-Syibli dalam Ahkam al Jan)
🤛Seorang pria keluar kemudian bertemu dengan jin, tiba-tiba jin itu berkata, "Bertarunglah melawanku !". Maka mereka berdua BERDUEL, dan akhirnya jin itu dapat dikalahkan. Seseorang bertanya siapakah gerangan pria itu ? dijawab "Siapa lagi kalau bukan Umar bin Khattab" (Riwayat Thabrani)

Berbagi Pengalaman saat Diruqyah (kasus tidak tertarik lawan jenis, mimpi buruk, malas ibadah, sombong)

Saturday, August 24, 2019

*BERBAGI PENGALAMAN SAAT DIRUQYAH*
(kasus tidak tertarik lawan jenis, mimpi buruk, malas ibadah, sombong)

Hallo sahabat plukz ...

Sore ini Amei ingin sedikit berbagi pengalaman tentang Ruqyah, banyak faktor yang membuat Amei memutus kan untuk melakukan Ruqyah disini akan dibahas satu persatu :

1. Tidak tertarik pada lawan jenis. namun bukan berarti Amei penyuka sesama jenis, banyak laki2 yang saat itu datang melamar menunjukan keseriusan nya namun Amei tolak, padahal bisa dibilang mereka semua memiliki kriteria yang Amei mau, tampan,mapan, santun, dan agamis. Itu dari cerita orang2 terdekatnya namun hati dan perasaan seperti menolak keras, bahkan ada yang saat itu uang serah nya Amei kembalikan.

2. Mimpi yang mengerikan. berbagai macam mimpi yang Amei alami , yang sering membuat Amei menebak2, sebenernya apa yang akan terjadi dan jatuhnya jadi musyrik.

3. Malas Beribadah

Semakin hari rasa malas beribadah itu bertambah, Melakukan ibadah namun tidak khusyuk, pengen nya cepet2 kadang lupa dengan rakaat shalat nya.

4. Sombong dan Gelap hati

Amei jadi sombong, hobby nya ribut dengan fathner sendri, dan sering marah2, apalagi saat itu posisi Amei di kantor sebagai SPV jadi Amei suka menumpahkan kekesalan pada bawahan, ada yang bangkang sedikit, Amei langsung lapor minta dikeluarkan oleh HRD pokoknya mungkin saat itu bisa jadi orang2 benci sama Amei, dan satu lagi Amei tidak pernah bisa menerima masukan dan kritikan dari siapapun, meskipun slah maka semuanya harus ikut apa kata Amei.

Tapi semakin kesini ko Amei ngerasa ada yang salah, hidup semakin gak tenang, sering merasa takut berlebih, ketika tidur sering merasa kena tindih klo bahasa gaul nya Erep2..

Akhirnya cari tempat Ruqyah, selain saran dari teman, Amei juga takut jadi perawan tua yang gak nikah2.

Dan bertemu lah dengan pak ustadz, Amei cerita semua permasalahan, akhirnya mulai di Ruqyah, persiapannya kita harus suci, berwudhu terlebih dulu, ketika di mulai pak ustadz mberikan sebuah kantong plastik berwarna hitam di khawatirkan muntah.

Pak ustadz nya pun menggunakan sarung tangan karena memang bukan muhrim.

Dan ketika di mulai , Amei merasakan tubuh Amei tiba2 bergetar sangat hebat, sampai matapun ikut bergetar, panas, pusing, mual dan muntah, tapi tidak sampai jerit2, saat itu yang terasa hanya takut.

Proses Ruqyah saat itu memakan waktu hingga 1 jam.

Setelah selesai tubuh terasa lemas,

Dan pak ustadz berpesan,



1.Di usahakan selama 1 Minggu agar tidur selalu ditemani di khawatirkan makhluk tak kasat mata itu kembali dan melakukan perlawanan. 

2.Amalkan membaca ayat suci surat Yasin dan Al Mulk sesudah isya,

3.Memperbanyak membaca Shalawat Nabi.

Satu Minggu pertama biasanya tubuh akan terasa panas, dikarenakan adanya perlawanan dari makhluk-makhluk tersebut, tpi akan hilang dengan sendirinya dengan kita sering beribadah dan meminta pertolongan yang kuasa.

Benar saja selama bekerja tubuh Amei memang terasa panas, padahal saat itu berada di ruangan ber-AC, namun memang hilang setelah rutinnya beribadah dan memohon pertolongan yang kuasa.

Itu lah pengalaman Amei ketika di Ruqyah, biasanya bawaan yang di rasakan saat di Ruqyah berbeda2 tergantung kasus yang di alami.

Untuk kasus Amei sendri ustadz bilng tidak terlalu sulit. Jadi makhluk tersebut mudah dikeluarkan.

Pengobatan Ruqyah itu sudah ada dari jaman Nabi, karena dari Artikel yang pernah Amei baca dulu, Ruqyah itu bukan pengobatan Alternatif tapi pengobatan yang utama. Dokter itu adalah pilihan kesekian dalam sebuah pengobatan.

Moga bermanfaat..

Amei

Fatwa Hukum Ruqyah Massal

Wednesday, August 21, 2019

Fatwa Syaikh Shalih bin Abdillah Al ‘Ushaimi

Soal:
Apa hukum ruqyah massal? Yaitu peruqyah membacakan dzikir-dzikir ruqyah kepada banyak orang dalam satu waktu.

Jawab:
Ini dibolehkan. Jika diantara kita ada yang ingin meruqyah beberapa orang, dengan dzikir-dzikir ruqyah atau dengan meniupkan dzikir-dzikir kepada mereka, ini dibolehkan.

Misalnya ada tiga atau empat orang, lalu peruqyah membacakan Al Qur’an atau meniupkan dzikir-dzikir yang shahih kepada mereka, ini dibolehkan.

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=AYCrUBQNGAE


Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

----------------------

Pertanyaan:

Ada sebagian orang yang melakukan ruqyah syar’iyah dengan mengumpulkan orang yang akan dibacakan ruqyah atas mereka di satu tempat, dan mereka (yang meruqyah) membaca ruqyah atas mereka (yang diruqyah) dengan menggunakan mikrofon karena terlalu banyaknya mereka.

Bagaimana hukum membaca ruqyah atas mereka secara berkumpul? Dan apa hukumnya menggunakan mikrofon?

Jawaban:

Sebagian ruqah (orang-orang yang membacakan ruqyah, pent.) menyebutkan bahwa hal itu manjur, berhasil dan banyak penderita yang bisa sembuh. Karena sesungguhnya mendengarnya orang yang kerasukan jin akan ayat-ayat, doa-doa dan wirid-wirid tersebut memberi pengaruh terhadap jin yang merasukinya, sehingga ia merasa sakit dan meninggalkan orang (yang dirasukinya), atau sesungguhnya al-Qur`an ini adalah penawar seperti yang digambarkan oleh Allah, maka ia memberikan pengaruh pada orang yang mendengar, sekalipun raqi tidak meludah atas orang yang sakit.

Kendati demikian, sesungguhnya ruqyah syar’iyah yaitu bahwa raqi (orang yang mengobati, pent.) mendekati si pasien dan membacakan beberapa ayat di sampingnya, meludah sedikit atasnya, mengusapkan bekas air liur pada tubuhnya dengan tangannya, memperdengarkannya beberapa ayat dan doa sehingga berpengaruh dengan mendengarkannya. Maka atas dasar inilah, apabila setiap orang bisa melakukan ruqyah sendirian, tentu lebih baik, namun apabila susah atasnya, maka dilakukan seperti yang telah disebutkan berupa membaca lewat pengeras suara.

Perlu diketahui bahwa pengaruh meruqyah dengan mikrophon lebih kecil daripara pengaruh membaca sendirian. Wallahu a’lam.

(Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin yang beliau tandatangani)

Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal:153-154, cet: Darul Haq

Membenarkan Ucapan Jin pada Orang yang Disihir atau Kerasukan Simak selengkapnya disini

Sunday, July 28, 2019

Terdapat ikhtilaf ulama apakah boleh atau tidak mengajak jin berbicara pada orang yang kerasukan atau disihir. Terlepas perselisihan ini, terkadang jin berbicara sendiri tanpa diminta. Ada beberapa penjelasan dari ulama mengenai ucapan jin tersebut

[1] Penjelasan agar jangan percaya karena mereka hukum asalnya berdusta

[2] Harus ada kemampuan untuk bisa membedakan apakah jin benar atau tidak, apakah jin sedang berbohong atau tidak. Inipun cukup sulit untuk punya kemampuan ini

Berikut pembahasannya:

[1] Penjelasan agar jangan percaya karena mereka hukum asalnya berdusta

Syaikh Abdullah Al-Faqih menjelaskan bahwa jangan percaya dengan ucapan jin karena mereka terkenal berdusta. Beliau berkata,

ﻻ ﻳﺼﺪﻕ ﺍﻟﺠﻨﻲ ﻓﻲ ﺇﺧﺒﺎﺭﻩ؛ ﻟﺜﺒﻮﺕ ﻓﺴﻘﻪ ﺑﻤﺎ ﻋﻤﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻻﻋﺘﺪﺍﺀ ﺑﺎﻟﻤﺲ , ﻭﻷﻥ ﺍﻟﺠﻦ ﻻ ﻳﺆﺗﻤﻨﻮﻥ , ﻭﻻ ﻳﻮﺛﻖ ﺑﻤﺎ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ , ﻓﻬﻢ ﺃﻫﻞ ﻛﺬﺏ ﻭﺧﺪﺍﻉ، ﻭﻣﺪﻋﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻣﻨﻬﻢ ﻻ ﻳﻌﻠﻢ ﻫﻞ ﻫﻮ ﺻﺎﺩﻕ ﺃﻭ ﻛﺎﺫﺏ

“Tidak dibenarkan berita dari jin, karena telah tetap kefasikan mereka pada perbuatan mereka. Jin tidak bisa dipercaya dan tidak dipercaya apa yang mereka katakan. Mereka adalah kelompok yang sering berbohong dan berdusta. Mereka mengaku sebagai “jin muslim” tetapi tidak diketahui apakah mereka jujur atau dusta.”[1]

Salah satu dalil mereka berdusta adalah hadist Abu Hurairah yang bertemu jin kemudian mendapatkan informasi keutamaan ayat kursiy, lalu melapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan bahwa kali ini setan benar padahal mereka sering berdusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat itu,

أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوب

“Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta.”[2]

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan hadits ini dan memberikan faidah bahwa hukum asalnya jin suka berdusta, beliau berkata,

ﻭﺃﻧﻬﻢ – ﺃﻱ ﺍﻟﺠﻦ – ﻳﺴﺮﻗﻮﻥ ﻭﻳﺨﺪﻋﻮﻥ

“Bahwasanya mereka yaitu jin, suka mencuri berita (kemudian berbohong) dan menipu.”[3]


[2] Harus ada kemampuan untuk bisa membedakan apakah jin benar atau tidak, apakah jin sedang berbohong atau tidak. Inipun bisa jadi cukup sulit untuk punya kemampuan ini

Syaikh Muhammad Ali Firkous menjelaskan hal ini, beliau berkata

أما ﻣﺴﺎﺀﻟﺘﻬﻢ ﻭﻣُﺤﺎﻭﺭﺗﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻻﻣﺘﺤﺎﻥ ﻟﺤﺎﻟﻬﻢ، ﻭﻣﻌﺮﻓﺔِ ﻭﺟﻪ ﺍﻋﺘﺪﺍﺋﻬﻢ، ﻟﺪﻓﻊ ﺍﻟﻈﻠﻢ ﻭﺇﺯﺍﻟﺘﻪ…..ﻣﻊ ﻭﺟﻮﺩ ﻣﻘﺪﺭﺓٍ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳُﻤﻴِّﺰ ﺑﻪ ﺻﺪْﻗَﻬﻢ ﻣﻦ ﻛﺬﺑﻬﻢ؛ ﻓﺤﻜﻤُﻪ ﺍﻟﺠﻮﺍﺯ

“Adapun bertanya atau berbicara untuk tujuan menguji keadaan mereka dan untuk mengetahui bentuk permusuhan, mencegah kedzaliman …. dengan adanya kemampuan membedakan apakah jin tersebur jujur atau berdusta, maka hukumnya boleh.”[4]

Kemampuan untuk membedakan ini yang bisa jadi cukup sulit. Sebagaimana penjelasan syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, beliau berkata,

ﻣﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺪﺭﻳﻚ ﺃﻧﻪ ﻣﺴﻠﻢ ؟ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺎﻓﻘًﺎ ﻭﻳﻘﻮﻝ : ‏( ﺃﻧﺎ ﻣﺴﻠﻢ !( ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺎﻓﺮًﺍ ، ﻭﻳﻘﻮﻝ : ‏( ﺃﻧﺎ ﻣﺴﻠﻢ !( ﺟﻨﻲ ﻣﺎ ﺗﻌﺮﻓﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ

“Apa yang membuatmu tahu (yakin) bahwa jin itu muslim (mengaku muslim), karena bisa jadi jin itu munafik dan bisa jadi jin itu kafir. Keadaan jin tidak engkau ketahui dan engkau tidak mengetahui ilmu ghaib.”[5]

Demikian semoga bermanfaat

@ Hotel Alya Prapatan, Jakarta


Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Fatawa syabalah islamiyah no. 151179
[2] HR. Bukhari no. 2311
[3] Fathul Baarii libni Hajar Al-Asqalani
[4] sumber: http://ferkous.com/home/?q=fatwa-1143
[5] sumber: http : / / www .rabee .net / show_ book .aspx ?pid = 5 &

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira


Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/33499-tidak-boleh-membenarkan-ucapan-jin-pada-orang-yang-disihir-atau-kerasukan.html

Hukum Meminta Bantuan Jin

Hukum Meminta Bantuan Jin

PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum saya ingin bertanya:

– Bagaimanakah hukumnya meminta dan berteman dengan jin muslim/kafir?
– Lalu bagaimanakah saya harus menjawab ketika seorang teman saya berkata “Nabi Sulaiman saja berteman dan meminta bantuan jin”

Mohon petunjuknya Ustadz.
Terima kasih

Wassalamu’alaikum
Dari: Fajar
\

JAWABAN:

Wa’alaikumussalam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Kesimpulan yang benar, bahwa meminta bantuan atau bekerja sama dengan jin bukanlah sesuatu yang haram secara mutlak. Karena jin termasuk makhluk Allah yang mendapatkan beban aturan syariat sebagaimana manusia. Hubungan kita dengan jin tidak lebih dari muamalah dua jenis makhluk Allah Ta’ala.

Sebagaimana aturan yang belaku ketika kita bekerja sama dengan orang lain. Kerja sama itu boleh dilakukan, selama dilakukan dengan cara yang mubah dan untuk tujuan yang mubah. Sebaliknya, kerja sama ini bernilai dosa dan terlarang, jika dilakukan dengan cara terlarang atau untuk tujuan terlarang.

Syaikhul Islam dalam Majmu al-Fatawa, memberikan rincian yang sangat apik, terkait hukum bekerja sama dengan jin:

1. Manusia menyuruh jin untuk melakukan apa yang Allah dan rasul-Nya perintahkan, seperti beribadah kepada Allah semata, atau menaati Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebaliknya, jin menyuruh manusia untuk melakukan yang sama, maka jin dan manusia ini termasuk wali Allah yang mulia, di samping itu, dia merupakan penerus dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Manusia yang bekerja sama dengan jin dalam masalah yang mubah, sementara dia tetap berusaha menyuruh melakukan kewajiban syariat atau meninggalkan larangan syariat, dan dia meminta jin untuk melakukan sesuatu yang mubah, maka dalam kasus ini sama seperti penguasa yang menyuruh bawahannya untuk melakukan sesuatu.

3. Manusia memerintahkan jin untuk melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik untuk melakukan kesyirikan, membunuh orang yang tidak bersalah, mengganggu orang namun tidak sampai membunuh, misalnya mengirim penyakit, membuat gila, atau kezaliman lainnya, atau membantu dalam perbuatan maksiat yang diminta oleh manusia, berarti dia telah meminta tolong jin untuk melakukan perbuatan dosa dan melampaui batas. Jika dia minta tolong jin untuk melakukan kekafiran maka manusia itu kafir, dan jika dia meminta tolong jin untuk melakukan kemaksiatan maka dia orang fasik atau pelaku perbuatan dosa… (Majmu’ Fatawa, 11: 307 – 308)

Adapun Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, Allah taklukkan jin untuk tunduk di bawah kerajaan beliau. Allah halangi mereka, sehingga tidak bisa menyimpang atau melakukan kerusakan. Allah berfirman:

وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ

“Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan Kami yang menjaga mereka itu.” (QS. Al-Anbiya: 82)

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan:

“Maksud ayat, Allah lindungi Sulaiman sehingga tidak terkena tindakan jahat setan, bahkan sebaliknya, semua setan berada di bawah genggamannya dan kekuasaannya. Tidak ada satupun setan yang mampu mendekatinya. Beliau mengusai mereka, jika beliau mau, beliau bisa lepaskan setan atau sebaliknya, beliau bisa penjarakan setan. Allah berfirman,

وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ

“Setan yang lain yang terikat dalam belenggu.” (QS. Shad: 38)

(Tafsir Ibn Katsir, 5:359)

Referensi: Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 65551

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)



Read more https://konsultasisyariah.com/14855-meminta-bantuan-jin.html

IKHTIAR NAFS - Pembebas, Pembersih dan Pengembali Sukma

Thursday, July 25, 2019

IKHTIAR NAFS

Pembebas, Pembersih dan Pengembali Sukma

Silakan dibaca dengan sungguh-sungguh memohon kepada ALLaah swt berkenan membebaskan dan mengembalikan jiwa-jiwa (sukma-sukma).

Jika sempat, silakan dahului dengan sholat sunnah dua rokaat (sholat sunnah mutlak) memohon pertolongan ALLaah swt..

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ

________

Kemudian baca,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

‎وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

Wallahu a'lamu bi a'daaikum, wa kafaa billahi wa liyya wa kafaa billahi nashiira
Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

[QS. An-Nisa (4): 45]



Awali dengan Hamdalah dan sholawat.


Baca Quran Surat Al-Fath (48): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Inaa fatahnaalaka fat-ham mubiinaa

Sesungguhnya Kami telah kemenangan/pembukaan/pembebasan kepadamu kemenangan/pembukaan/pembebasan yang nyata. 



Baca Quran Surat An-Nasr (110): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Idzaa jaaa-a nashruLLaahi wal fath

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan/pembebasan. 



Baca Quran Surat Al- A'af (7): 89 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ  عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا   ۗ  رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَـقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

wasi'a robbunaa kulla syai`in 'ilmaa, 'alallohi tawakkalnaa, robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil-haqqi wa anta khoirul-faatihiin

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."


Baca Quran Surat Al-Isra' (17): 80-81 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

waqur Robbi adkhilniy mudkhola shidqin wa-akhrijniy mukhroja shidqin waj'al liy mil-ladunKa sulthoonan nashiiroo

Dan katakanlah: "Ya Robb-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

waqul jaaa-al haqqu wazahaqol baathil, innal baathila kaana zahuuqoo

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. 




Baca Doa Tazkiyyah (3×)

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah pemiliknya. [HR. Muslim]



Baca Doa Pengembalian Nafs (3×)

رَبَّنَا أَرْسِلْ إِلَيْنَا أَنْفُسَنَا وَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهٖ عِبَادَكَ ٱلصَّالِحِيْنَ...

Robbanaa arsil ilainaa anfusanaa wahfazh-haa bimaa tahfazhu bihii 'ibaadaKash shoolihiin..

Ya ALLaah, kirimkanlah kembali kepada kami jiwa-jiwa kami itu dan jagalah dia (jiwa-jiwa itu) sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu yang shalih.



Panggil Nafs dengan nama ALLaah..

بسم الله الرحمن الرحيم

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ ..!


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Yaa ayyatuhan nafs.. irji'iy.. (3×)

"Wahai nafs, kembalilah (ke tempatnya)"


Baca Quran Surat Yusuf (12): 83 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُۥ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

'asallohu ay ya`tiyanii bihim jamii'aa, innahuu huwal-'aliimul-hakiim

"Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."


Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 260 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا  ۚ  وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

tsummad'uhunna ya`tiinaka sa'yaa, wa'lam annaLLooha 'aziizun hakiim

"kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."


Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 148 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ainamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Di mana saja kalian berada pasti ALLaah akan mengumpulkan kalian semua. Sesungguhnya ALLaah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 


Kemudian Doa,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَنََعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ والْبُخْلِ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ALLoohumma innaa na'uudzubika minal hammi wal hazani wa na'uudzubika minal 'ajzi walkasali wa na'uudzubika minal jubni wal bukhli wa na'uudzu bika min gholabatid daiyni waqohrir rijaali

“Ya ALLaah kami berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan kami berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang.”


Doa Kesembuhan:

ُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

ALLaahumma Robban naasi adzhibil ba`sa isyfi wa antas syaafi laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqomaa

Ya ALLaah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan sakit lainnya.

Akhiri dengan Hamdalah dan sholawat

Sering Diperkosa Makhluq Ghaib

Sunday, July 14, 2019

Sering Diperkosa Makhluq Gha'ib
===========================
Ini kisah malang dari seorang wanita muda berjilbab. Hanya dalam waktu yang singkat, ia harus dicerai suaminya.
Ada suatu keganjilan saat malam pertama yang ia jalani. Malam itu terjadi hal aneh diluar kesadarannya. Saat ia berniat untuk menyerahkan tubuhnya kepada suaminya yang sah, sungguh aneh, tiba-tiba ia tak mau didekati dan disentuh. Ada perasaan jijik, hingga tak mau untuk melakukan sesuatu yang lazim dilakukan oleh pasutri.
Perasaan jijik tersebut berlangsung selama sebulan. Sang suami tentu saja membatin. Namun ia tak pernah peduli. Bahkan ia selalu minta untuk diceraikan. Walhasil, suaminyapun tak sabar, hingga suatu waktu akhirnya merekapun bercerai, tanpa meninggalkan indahnya kenangan bercinta. Ehm!!!
Ada suatu rahasia yang ia ungkapkan sebelum ia menikah. Banyak orang yang akan meminang dirinya, namun tanpa alasan yang jelas, para peminang itu selalu berpaling sebelum terjadinya aqad nikah. Selain itu ada keganjilan yang selama ini ia tutupi. Keganjilan apa yang ia maksud???
Menurutnya, saat ia tidur sering sekali didatangi bayangan dalam bentuk seorang lelaki yang sudah dikenalnya, dan yang tak dikenalnya. Makhluq-makhluq itu sering memaksa dirinya untuk memegang-megang dadanya. Sekalipun ia berusaha menolaknya, namun mereka terus memburunya hingga berhasil menggaulinya. Setelah itu, ia menggigil dalam keadaan takut dan sedih. Celakanya, makhluk tersebut selalu datang tiap malam.
Saat ia mencoba di ruqyah terjadilah suatu dialog. Si jin cabul mengklaim bahwa ia adalah suami wanita malang tersebut. Pengakuan itu jelas dusta. Lalu si jin pun di kasih nasehat tentang pelanggaran yang sering ia lakukan, dan juga disuruh untuk keluar dengan baik baik. Namun si jin tetap berdalih, bahwa wanita itu adalah istrinya, dan jika ia keluar meninggalkannya, ia takut kalau wanita tersebut jatuh ketangan orang lain.
Mentok dengan nasihat yang halus, akhirnya sijin tersebut digertak dengan suara yang keras: " Kau akan dibakar dengan idzin Allah!" Menakjubkan, ahirnya ia takut juga. Namun ia minta tangguh satu minggu, untuk memberi pengertian terhadap wanita malang tersebut. Jika wanita itu menolak saat didatangi, maka si jin akan keluar dan takan menggangu lagi. Dan jika si wanita itu tak menolaknya, maka si jin pun akan terus bertahan.
Waktu seminggu sudah lewat. Proses ruqyahpun kembali dilakukan. Dan si jin konsekwen bahwa ia siap meninggalkan wanita yang telah lama diperkosanya. Setelah itu, kehidupannya menjadi normal. Tak ada lagi malam malam yang menakutkan. Biidznillah, dua bulan setelah diruqyah , wanita tersebut telah kembali menikah, dan bisa merasakan nikmatnya sentuhan suami.
Ikhwan dan akhwat Fillah. Kisah nyata diatas telah diceritakan Syaikh Muhammad Ash Shayyim seorang Ulama Al Azhar. Namun demikian, kisah tersebut persis dengan kisah pasienku yang akan kukisahkan.
Pasienku ini seorang gadis berumur 42 Tahun. Sekalipun Begitu, parasnya sungguh masih terlihat cantik. Tapi mengapa sudah setua itu ia masih sendirian?
Menurut penjelasannya, itu bermula pada saat pacarnya sukses meraih gelar bergengsi di London. Dengan modal kesuksesannya itu, ia mengutarakan maksudnya untuk melamar dirinya.
Bukan berarti tak mau menerima, namun karena si pasien merasa belum dewasa dan masih sekolah, ditolaknya lamaran tersebut dengan cara halus. Sang pacar tentu saja kecewa. Sekalipun begitu, ia tetap membujuknya. Akan tetapi bujukan bujukannya tetap tak menuaikan hasil. Hingga suatu waktu, saat bujukannya kembali ditolak, kesabarannyapun jebol. Dengan wajah memerah karena amarah, keluarlah sumpah serapah dan ancaman akan membikin dirinya susah, dan " plak " iapun menampar pipi mulusnya.
Beberapa bulan setelah kejadian tersebut tadi, perusahaan dealer ayahnya tiba tiba sepi, kemudian hancur. Dilain fihak, sudah puluhan lelaki yang datang padanya, tapi selalu memutuskan hubungan dengan alasan yang tak logis. Dan yang aneh lagi, kini ia sering merasakan bisikan bisikan kotor, cabul dan kasar yg mengganggu dirinya. Hampir tiap malam ia mimpi senggama hingga orgasme. Semenjak sering mimpi itu, hilanglah hasrat dan ketertarikannya terhadap lelaki. Sihir penghalang jodoh, gumamku.
Pada saat diruqyah, ternyata ia merasakan kelaminnya gatal dan linu. Selain itu, iapun merasakan pundak dan kepala berat dan sakit. Namun sayangnya, sekalipun ia telah muntah berkali kali, tapi si jin perasuknya tetap membisu dan tak mau untuk diajak dialog.
Sudah lima kali ia kuruqyah hingga gangguan yang kerap mengganggu dirinyapun akhirnya lenyap. Namun sayang aku tak bisa mengontrol perkembangannya, mengingat nomor wa nya sudah tak aktif lagi. Dan ini telah menjadi kecenderungan rata rata pasien, mereka hanya mau komunikasi saat butuh, dan setelah merasa sembuh, lenyap tanpa kabar berita.
Padahal pembinaan keilmuan pasca sembuh itu tak kalah pentingnya.
Begitulah kisah ini ku paparkan tiada lain supaya kita berhati hati dalam hidup ini. Sekalipun jaman ini disebut dengan jaman rasional, tapi nyatanya, tak sedikit orang, termasuk orang yang telah menimba pendidikan barat, tapi menggunakan cara cara yang irrasional ( Pedukunan) saat menghadapi suatu persoalan .
Telah menjadi taqdir kita, bahwa syetan jin dan kekasihnya yang bernama dukun adalah musuh bagi kita kaum yang beriman. Untuk itu kita harus selalu meningkatkan taqorub Illallah, hingga kita akan selalu mendaptakan perlindungan- Nya.
Wallahu alam,
semoga bermanfaat.
✍🏻Abah Roqi
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Roqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger